Pati, Mitrapost.com – Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Semar Wareh, Adie Saputro mengaku sejak lima tahun terakhir, Objek Wisata Gua Wareh sering dilanda banjir bandang saat hujan deras.
Pihaknya menyampaikan, selama tahun 2022 sudah tiga kali terjadi banjir di wilayah Gua Wareh.
Ia meyakini, penyebab banjir dikarenakan kondisi hutan wilayah sekitar yang semakin habis, dikarenakan aktivitas masyarakat yang tidak bisa menjaga hutan.
“Sekarang disini sering banjir, mungkin semenjak lima tahun terakhir. Meskipun hanya lewat, tapi karena sering, akibatnya ya fatal. Saya yakin karena gunungnya gundul,” katanya saat ditemui tim mitrapost.com pada Sabtu, (26/2/2022).
Pihaknya juga menyebut, kondisi banjir terparah terjadi pada bulan Oktober tahun 2021.
Ia memaparkan, pada saat itu, banjir membawa material lumpur yang sangat tebal. Bahkan sempat menutupi sumber air yang saat ini masih digunakan warga sekitar.
“Bulan Oktober tahun lalu, wah banjirnya luar biasa. Lumpur yang terbawa banjir tebal. Bahkan kami datangkan alat berat untuk mengeruk dibagikan dekat sumber air,” imbuhnya.
Ia juga menceritakan, sebelum kondisi gunung tidak gundul seperti sekarang, dulu tidak pernah terjadi banjir.
Dengan kondisi saat ini, pihak Pokdarwis juga sudah sering mengadakan kegiatan penanaman pohon, bersama dengan organisasi lain, dan mahasiswa yang melakukan kegiatan sosial.
“Kami juga sudah mengupayakan untuk melakukan penanaman pohon, sering kami lakukan dengan kawan-kawan mahasiswa dan organisasi yang mau diajak kerja sama,” pungkasnya.
Pihaknya juga berharap, ada gerakan dari pemerintah khususnya untuk bisa kembali memperbaiki kondisi gunung yang gundul.
“Harap kita kepada pemerintah, berikan solusi untuk kondisi saat ini. Karena dampaknya sangat luar biasa bagi masyarakat sekitar,” harap Adie. (*)






