Mitrapost.com – Sadisnya Kolonel Priyanto yang menolak usulan dari anggota TNI, Koptu Ahmad Soleh dan Kopda Andreas untuk membawa sejoli Handi Saputra dan Salsabila ke rumah sakit.
Diketahui sebelumnya, Kolonel Priyanto bersama dengan Kopda Andreas dan Koptu Soleh menabrak sejoli tersebut di di Jalan Nagrek, Jawa Barat, Rabu (8/12/2021).
Setelah menabrak tersebut, mereka membawa mereka yang katanya akan dirawat di rumah sakit namun dibuang ke sungai.
Saat perjalanan tersebut, Koptu Soleh meminta Kolonel Priyanto membawa kedua korban ke rumah sakit untuk mengecek kondisi korban.
“Saat dalam perjalanan Koptu Ahmad Soleh menyampaikan saran kepada Kolonel Priyanto agar kedua korban dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat akan tetapi Kolonel Priyanto menolak dengan mengatakan, ‘Udah ikutin perintah saja, lagian dia sudah meninggal kok’. Lalu Kopda Andreas Dwi Atmoko berkata ‘Ijin bantu saya, Bapak, saya punya anak dan istri’,”kata Oditur Militer, Kolonel Sus Wirdel Boy, dikutip dari Detik News, Kamis (10/3/2022).
Kemudian, saat melihat Kopda Andreas dengan kondisi bergetar dan terus bicara, Kolonel Priyanto pun mengambil alih kemudi.
“Saat itu Kolonel Priyanto melihat Kopda Andreas Dwi Atmoko mengemudi dalam kondisi kurang konsentrasi, badan gemetar dan berbicara terus, sehingga setelah 10 (sepuluh) menit perjalanan, Kolonel Priyanto memerintahkan berhenti dan Kolonel Priyanto mengambil alih kemudi kendaraan Isuzu Panther untuk melanjutkan perjalanan,” kata dia.
Setelah itu, kendaraan yang dikemudikan oleh Kolonel Priyanto tersebut tidak berhenti ketika melewati UGD Puskesmas Limbangan, Garut. Bahkan Kopda Andreas telah meminta agar kendaraan yang mereka tumpangin berhenti di rumah sakit yang mereka lewati,
“Kopda Andreas Dwi Atmoko berkata ‘Kasihan bapak itu anak orang pasti dicari orang tuanya, mending kita balik lagi ke puskesmas yang ada di pinggir jalan tadi’, kemudian dijawab oleh Kolonel Priyanto ‘Kamu diam saja, ikuti perintah saya, kita lanjut saja’. Tetapi Kopda Andreas Dwi Atmoko tetap memberikan saran dengan berkata ‘Kita balik saja, Bapak’, kemudian dijawab oleh Kolonel Priyanto, ‘Ikuti perintah saya, kita lanjut saja’. Kemudian, Kopda Andreas Dwi Atmoko bertanya lagi ‘Mau dibawa ke mana, Bapak?’. Lalu dijawab oleh Kolonel Priyanto, ‘Kamu jangan cengeng, nanti kita buang saja mayatnya ke sungai setelah sampai Jawa Tengah’,” kata dia.
Setelah itu, percakapan antara Kopda Andreas dan Kolonel Priyanto berlanjut, Kolonel Priyanto itu menyebut dirinya pernah mengebom suatu rumah namun tidak ketahuan.
“Kolonel Inf berkata, ‘Saya itu dulu pernah mengebom satu rumah, nggak ketahuan’. Kopda Andreas Dwi Atmoko kembali menjawab ‘Ijin Bapak, saya tidak ingin punya masalah’. Yang dijawab oleh Kolonel Priyanto, ‘Kita itu tentara, kamu itu tidak usah cengeng tidak usah panik, pokoknya cukup kita bertiga yang tahu’. Dan Kolonel Priyanto, Kopda Andreas Dwi Atmoko, dan Koptu Ahmad Soleh kembali melanjutkan perjalanan,” beber dia. (*)
Artikel ini telah dikutip dari Detik News dengan judul “Momen Keji Kolonel Priyanto Tolak Usul Bawa Handi-Salsa ke RS Usai Kecelakaan”
Redaksi Mitrapost.com






