Pati, Mitrapost.com – Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Kabupaten Pati, Priyono Arief Fandillah mengatakan ketersediaan ruang baca masyarakat di pedesaan dirasa masih rendah. Dari 401 desa dan 5 kelurahan yang ada di Kabupaten Pati, yang baru memiliki perpustakaan desa (Perpusdes) hanya sekitar 11 persen atau 48 desa.
Menurutnya, kesadaran pihak pemerintahan desa yang menganggap literasi kurang bermanfaat. Oleh karena itu, pihaknya akan memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada desa untuk mengelola perpustakaan di tingkat desa.
“Ini semua kami lakukan sebagai bentuk upaya pengembangan minat literasi di wilayah tersebut. Apalagi kami juga melakukan program silang layanan,” ungkapnya kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantornya belum lama ini.
Sebagai informasi, program silang layanan adalah melakukan peminjaman buku beserta pengelolanya ke berbagai desa. Program ini bertujuan untuk stimulus atau merangsang agar mereka membuat perpustakaan sendiri.
Selain bisa menumbuhkan minat baca masyarakat di tingkat desa, lanjut dia, adanya Perpusdes juga membuat indeks desa tersebut meningkat. Karena desa yang memiliki Perpusdes punya Sumber Daya Manusia (SDM) yang bagus.
“Desa yang memiliki Perpusdes punya SDM yang bagus, sebab merawat dan menjaga perpustakaan tidak mudah,” sambungnya.
Arpusda berharap semua pemerintahan desa agar membuat perpustakaan sendiri dan yang mau membuat, nanti akan dibantu sebisa mungkin. Desa yang sudah punya Perpusdes sendiri yakni Desa Raci, Bakaran Wetan, Pangkalan dan lainnya.
Sementara itu, dengan meningkatnya minat baca masyarakat, maka nantinya masyarakat akan lebih teliti dalam menilai dan membaca informasi sehingga terhindar dari hoaks. (*)

Wartawan Mitrapost.com






