Kupang, Mitrapost.com – Mengawali agendanya hari ini, Kamis (24/3/2022), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan penataan kawasan Kota Kupang ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pada momen itu, ia bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, dan Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti.
Saat peresmian, Presiden Jokowi mengaku terkesan dengan penataan sejumlah titik Kota Kupang dalam kunjungannya di NTT.
“Saya sangat terkesan sekali hasil penataan kawasan di Kota Kupang. Dari kawasan Kota Lama Kupang, tepatnya di Pantai Lai-Lai Besi Kopan (LLBK), dan juga di sini di Pantai Kelapa Lima, serta yang ketiga Koridor 3 Jalan Frans Seda,” ujarnya di Pantai Kelapa Lima, Kota Kupang hari ini.
Selain itu, ia menyebut ada sejumlah pembangunan infrastruktur lain seperti SPAM air minum di Kali Dendeng, pembangunan sekolah, hingga politeknik.
Dirinya berharap, penataan Kota Kupang dapat mengubah wajah dan infrastruktur Kota Kupang menjadi lebih baik.
“Kita harapkan juga akan mengubah wajah destinasi wisatanya dan membuat pengunjung makin senang dan nyaman berkunjung ke NTT, khususnya Kota Kupang,” imbuhnya.
Berdasarkan data Kementerian PUPR, penataan kawasan Kota Kupang mencakup Pantai Kelapa Lima, Pantai LLBK/Kota Lama, dan Jalan Frans Seda. Penataan kawasan tersebut mencakup area seluas 51.900 meter persegi dan memakan biaya Rp80 miliar.
Penataan kawasan Kota Kupang tersebut diharap memberikan sejumlah manfaat antara lain pemugaran kawasan Kota Lama sebagai ikon Kota Kupang, menjadi destinasi wisata kuliner yang akan menampung 140 pedagang lokal demi meningkatkan daya tarik wisatawan, serta sebagai ruang terbuka publik untuk atraksi seni dan budaya Provinsi NTT. (*)
Redaksi Mitrapost.com






