Pati, Mitrapost.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati, Sutikno Edi mengungkapkan, Bumi Mina Tani termasuk dalam 100 Kabupaten atau Kota di Indonesia yang pertama kali merintis Smart City.
Menurutnya, Kabupaten Pati memiliki roadmap dan juga quick wins. Quick wins sendiri artinya, suatu langkah inisiatif yang mudah dan cepat dicapai dalam waktu satu tahun untuk mengawali pelaksanaan suatu program dalam reformasi birokrasi.
“Masing-masing ada aplikasi yang dibangun oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Gerakan Smart City terdiri dari lima pilar, yakni smart governance (pemerintahan), smart ekonomi, smart society (masyarakat), smart branding dan smart environment (lingkungan),” ucap Edi.
Ia melanjutkan, saat ini Smart City terkendala di anggaran karena adanya refocusing. Namun, meski begitu, masih tetap berjalan sampai sekarang.
“Secara keseluruhan kita punya roadmap, tetap jalan. Tapi, tentunya disesuaikan dengan kemampuan anggaran, karena semuanya terbatas,” paparnya.
Edi menegaskan, Smart City tidak harus aplikasi. Namun, segala sesuatu yang menjadikan Kabupaten atau Kota smart.
“Dulu dicontoh kan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) seperti ini. Ada tempat parkir yang luas banget, sehingga sulit untuk menemukan tempat parkir yang kosong di sebelah mana. Atasnya dikasih balon lalu dikasih tali, kalau ada mobil yang masuk lalu mundur untuk parkir otomatis tali ketarik dan balon akan turun. Kalau balon yang masih nongol, berarti tempat parkir tersebut masih kosong,” jelasnya.
Lebih lanjut, Smart City merupakan program bersama Kominfo, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementrian PUPR, Bappernas, dan Staf Kepresidenan. (*)

Wartawan Mitrapost.com






