Lindungi Hati serta Diri, Simak Kisah Nabi Syuaib

Mitrapost.comKisah Nabi Syuaib menjadi suri tauladan bagi umat Islam, cara Nabi Syuaib selalu melindungi hati serta dapat dari perbuatan yang tidak terpuji. Keteladanannya dalam mematuhi perintah Allah dapat dijadikan pelajaran hidup.

Nabi Syu’ aib A. S ialah salah satu dari 4 nabi yang berasal dari bangsa Arab. Dia bersama dengan 3 nabi yang lain, ialah Nabi Hud A. S, Nabi Shaleh A. S, serta Nabi Muhammad S. A. W. Kemampuannya dalam berdakwah membuat Nabi Syu’ aib A. S diberi julukan oleh banyak orang pada masa itu merupakan juru pidato.

Nabi Ibrahim A. S dapat dikatakan selaku ayah dari para nabi. Begitu pula dengan Nabi Syu’ aib A. S yang ialah cicit dari Nabi Ibrahim A. S. Nabi Syu’ aib A. S diyakini berasal dari generasi Syu’ aib bin Maikil bin Yasyjar bin Madyan serta ibunya merupakan gadis dari Nabi Luth A. S. Nabi Luth merupakan nabi yang diutus oleh Allah saat sebelum Nabi Syu’ aib A. S. Umat muslim yakin ataupun meyakini kalau Allah mengutus Syu’ aib buat jadi seseorang nabi selaku penduduk Madyan.

Paras wajah Nabi Syu’ aib A. S dapat dibilang sangat tampan, sehingga banyak orang yang mengingat ketampanannya. Tidak cuma itu, beiau sangat ramah pada tiap orang serta bahagia menyedekahkan rezekinya kepada orang- orang yang tidak sanggup. Paras wajah yang tampan, ramah, serta memakai rezekinya di jalur Allah membuat Nabi Syu’ aib A. S sangat diketahui oleh warga Madyan.

Tidak hanya itu, Nabi Syu’ aib A. S ialah generasi asli kalangan Madyan yang mempunyai watak serta sikap yang mulia, semacam halnya nabi yang mempunyai banyak sekali watak terpuji. Kelahiran Nabi Syu’ aib A. S diperkirakan terjalin pada tahun 1600 SM. Secara harfiah, Syu’ aib mempunyai makna membagikan petunjuk pada jalur kebenaran. Oleh karena itu, kala masih kecil, Nabi Syu’ aib A. S senantiasa berupaya buat melindungi hatinya serta menahan dirinya supaya tidak melaksanakan perbuatan kurang baik serta percuma. Watak terpuji itu belum dipunyai oleh kanak- kanak seusianya( pada masa itu). Watak terpuji ini dia membawa sampai beranjak anak muda serta berusia.

Watak terpuji yang dipunyai oleh Nabi Syu’ aib A. S menciptakan perilaku serta sikap terpuji pula, sehingga banyak orang lain yang merasa terbantu serta senang. Nabi Syu’ aib A. S hendak senantiasa menyapa terlebih dulu kepada tiap orang yang melalui dihadapannya. Terlebih lagi, bila terdapat seorang yang memohon dorongan, dia tanpa berpikir panjang serta tanpa rasa malas langsung membantuk seorang yang memina dorongan. Watak serta sikap terpuji, dia jalani cuma buat membuat orang lain senang.

Watak serta sikap terpuji yang lain merupakan senantiasa ingat hendak kebesaran Allah serta senantiasa mendekatkan diri kepada- Nya dan nyaris tiap harinya tidak menyia- nyiakan waktu yang telah diberikan oleh Allah. Dia senantiasa ingat dengan perintah- perintah Allah, semacam beribada pas waktu serta melaksanakan zikir kepada- Nya, sehingga dia lebih kerap menghabiskan waktunya di tempat yang sepi.

Kalangan Madyan

Kalangan Madyan merupakan bangsa Arab yang mempunyai tempat tinggal ataupun menetap di wilayah yang terletak di pinggiran negara Syam yang dikala ini diketahui dengan Suriah. Tempat yang ditempati oleh kalangan Madyan ini berbatasan langsung dengan Hijaz dan bersebelahan dengan Danau Luth. Sesuatu negara yang jadi tempat tinggal kalangan Madyan ini sangat diketahui dengan kehidupan berdagang serta bercocok tanam. Perihal ini disebabkan Allah membagikan keadaan tanah yang produktif, sehingga gampang ditanami bermacam berbagai tipe tanaman.

Tetapi, keadaan tanah yang baik serta dapat menciptakan hasil pertanian yang baik pula nyatanya membuat sebagian besar kalangan Madyan kurang ingat kalau ini seluruh pemberian dari Allah, sehingga tidak bersyukur atas kenikmatan yang sudah diberikan oleh- Nya. Tidak hanya itu, kalangan Madyan pula terdiri dari orang- orang kafir yang tidak memahami Allah serta lebih memilah buat menyembah tumbuhan serta tumbuhan tersebut mereka kelilingi.

Watak serta sikap yang dipunyai oleh kalangan Madyan ini sangat tidak mencerminkan terhadap ajaran- ajaran agama Allah ataupun jauh dari ajaran- ajaran yang sudah diajarkan oleh Nabi Ibrahim A. S nabi- nabi saat sebelum Nabi Syu’ aib A. S. Watak serta sikap yang dipunyai oleh kalangan Madyan, semacam senantiasa bertingkah kurang baik, keji, sampai kerap merugikan orang lain, namun menguntungkan diri sendiri.

Kecurangan yang dicoba oleh kalangan Madyan umumnya oleh para penipu yang telah dibutakan dengan kekayaan, sehingga para penipu itu kerapkali menimbang sesuatu benda dengan berat yang tidak cocok. Perihal semacam itu sangat merugikan para petani serta pedagang- pedagang kecil yang terdapat di negara Madyan. Di sisi lain para orang dagang besar serta penipu di negara Madyan sangat diuntungkan dengan perbuatan kurang baik serta tidak terpuji itu. Hingga dari itu, penduduk Madyan yang miskin hendak meningkat miskin serta penduduk Madyan yang kaya hendak meningkat kaya.

Mereka yang melaksanakan kecurangan kala menimbang sesuatu benda, hingga timbangannya hendak diganjal dengan batu, sehingga pembeli merasa kalau berat benda yang dibeli telah cocok. Keuntungan orang dagang pasar hendak meningkat jadi 2 kali lipat sehabis melaksanakan perbuatan tidak terpuji itu. Lebih parahnya lagi, penduduk Madyan yang kerap melaksanakan kecurangan berpikiran kalau kurangi berat timbangan ialah wujud dari keahlian ataupun kemampuan dalam transaksi jual beli.

Allah yang memandang kalangan Madyan terus menjadi hari terus menjadi memburuk, setelah itu mengutus Nabi Syu’ aib A. S kepada kalangan Madyan. Allah mengutus Nabi Syu’ aib A. S dengan bawa sesuatu ajaran agama yang benar yang berasal dari Allah. Tidak hanya itu, Nabi Syu’ aib A. S pula dipercaya buat mengganti jalur kalangan Madyan yang sebelumnya berjalan di jalur yang kurang baik serta hitam supaya kembali ke jalur yang baik serta benar.

Syu’ aib yang diutus oleh Allah kepada kalangan Madyan supaya kembali ke jalur yang benar, ialah jalur Allah ini tercantum di dalam Al- Quran Pesan Al- A’ raf ayat 85:

Cerita Nabi Syuaib

Maksudnya:

Serta kepada penduduk Madyan, Kami( utus) Syu’ aib kerabat mereka sendiri. Ia mengatakan,“ wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak terdapat Tuhan( sembahan) bagimu tidak hanya Ia. Sebetulnya sudah tiba kepadamu fakta nyata dari Tuhanmu. Sempurnakanlah takaran serta timbangan, serta jangan kalian merugikan orang sedikit juga. Janganlah kalian berbuat kehancuran di bumi sehabis( diciptakan) dengan baik. Seperti itu yang lebih baik bagimu bila kalian orang yang beriman.

Cerita Nabi Syuaib: Berdakwah Dihadapan Kalangan Madyan

Syu’ aib sehabis diutus jadi nabi oleh Allah mulai mengajak penduduk di negara Madyan buat meninggalkan perbuatan- perbuatan kurang baik yang merugikan orang lain serta cuma menguntungkan diri sendiri. Tidak hanya itu, Nabi Syu’ aib A. S pula mengajak penduduk Madyan tidak menyembah tumbuhan lagi serta mengajak mereka buat menyembah Allah S. W. T serta melaksanakan ibadah shalat kepada Allah dan yakin kalau seluruh yang terdapat di muka bumi ialah ciptaan Allah.

Tetapi, penduduk Madyan senantiasa berpegang teguh terhadap kepercayaannya serta tidak mau meninggalkan suatu yang disembah semenjak lama. Mereka juga menolak ajakan Nabi Syu’ aib buat kembali ke jalur yang Allah. Apalagi, tiap nasihat serta dakwah yang di informasikan Nabi Syu’ aib kepada kalangan Madyan diejek serta dihina oleh kalangan Madyan.

Pesan Hud ayat 87:

Cerita Nabi Syuaib

Maksudnya:

Wahai Syu’ aib! Apakah shalatmu menyuruh kalian supaya kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak- bapak kami ataupun melarang kami berbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sebetulnya kalian merupakan orang yang sangat penyantun lagi berakal.

Walaupun ajakan, nasihat, dakwah yang dicoba oleh Nabi Syu’ aib A. S ditolak serta dihina oleh kalangan Madya, namun senantiasa tabah serta berupaya buat mengajaknya kembali ke jalur Allah. Dia juga membalas argumentasi dari kalangan Madyan dengan tenang.

Pesan Hud ayat 88:

Maksudnya:

Wahai kaumku! Gimana pendapatmu bila saya memiliki fakta yang nyata dari Tuhanku serta dianugerahi- Nya saya dari- Nya rezeki yang baik( patutkah saya menyalahi perintah- Nya)? Serta saya tidak berkehendak menyalahi kalian( dengan mengerjakan) apa yang saya larang. Saya tidak bermaksud kecuali( mendatangkan) revisi sepanjang saya masih mampu. Serta tidak terdapat taufik bagiku melainkan dengan( pertolongan) Allah. Cuma kepada Allah saya bertawakkal serta cuma kepada- Nya- lah saya kembali.

Nabi Syu’ aib A. S pula berkata kepada penduduk Madyan kalau untuk mereka yang tidak taat kepada Allah hendak diberikan azab dari Allah serta hendak dimasukkan ke dalam api neraka yang sangat panas.

Pesan Hud ayat 89- 90

Maksudnya:

Wahai kaumku, janganlah pertentangan antara saya( dengan kalian) menimbulkan kalian jadi jahat sampai kalian ditimpa azab semacam yang mengenai kalangan Nuh ataupun kalangan Hud ataupun kalangan Saleh, lagi kalangan Luth tidak( pula) jauh( era serta tempatnya) dari kalian.–Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu setelah itu bertobatlah kepada- Nya. Sebetulnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.

Kalangan Madyan yang tidak yakin terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Syu’ aib A. S senantiasa menghina serta mencemooh Nabi Syu’ aib A. S. Tidak cuma itu, Nabi Syu’ aib A. S pula dikira selaku manusia yang lebih lemah apabila dibanding dengan kalangan Madyan serta Nabi Syu’ aib A. S pula diancam oleh kalangan Madyan. Semacam yang tercantum di dalam Al- Quran Pesan Hud ayat 91.

Maksudnya:

Mereka mengatakan,“ Wahai Syuaib! Kami tidak banyak paham tentang apa yang engkau katakan itu, lagi realitasnya kami memandang engkau seseorang yang lemah di antara kami. Jika tidak sebab keluargamu, pasti kami sudah merajam engkau, lagi engkau juga bukan seseorang yang mempengaruhi di area kami.

Disebabkan kalangan Madyan sangat sulit buat diajak kembali ke jalur yang benar, setelah itu Nabi Syu’ aib A. S mulai memberitahukan kepada mereka kalau hendak terdapat azab yang diberikan oleh Allah atas perbuatan- perbuatan kurang baik yang sudah kamu jalani. Mendengar perkataan yang keluar dari Nabi Syu’ aib membuat penduduk Madyan tidak merasa khawatir serta kembali mengecam dia.

Azab Dari Allah

Sehabis melaksanakan bermacam berbagai dakwah serta ajakan buat kembali ke jalur yang benar, namun kalangan Madyan senantiasa mau jadi orang- orang kafir, hingga Nabi Syu’ aib berdoa kepada Allah supaya penduduk Madyan diberikan azab.

Allah yang mendengar doa Nabi Syu’ aib A. S setelah itu mengabulkan doa itu, setelah itu Allah S. W. T menyuruh Nabi Syu’ aib beserta orang- orang yang beriman supaya keluar dari kota yang sudah diduduki oleh kalangan kafir itu. Sehabis Nabi Syu’ aib serta orang- orang beriman sudah meninggalkan kota itu, Allah merendahkan cuaca yang sangat panas serta sangat kering yang membuat tumbuh- tumbuhan mati serta susah buat memperoleh kesegaran.

Setelah itu Allah pula membagikan gempa bumi serta suara halilintar yang membuat kalangan penduduk Madyan yang kafir mati. Azab yang diberikan oleh Allah itu semacam datangnya hari kiamat. Seluruh bencana itu terjalin sebab kalangan Madyan tidak mau kembali ke jalur Allah.

Pesan Asy- Syuaraa ayat 189:

Maksudnya:

Setelah itu mereka mendustakannya( Syuaib), kemudian mereka ditimpa azab pada hari yang hitam. Sangat, seperti itu azab pada hari yang dahsyat.

Di sisi lain, Nabi Syu’ aib serta orang- orang beriman terselamatkan dari bencana alam yang menakutkan itu. Semacam firman Allah dalam Al- Quran Pesan Hud ayat 94- 95.

Maksudnya:

Hingga kala keputusan Kami tiba, Kami selamatkan Syuaib serta orang- orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami. Lagi orang yang zalim dibinasakan oleh suara yang mengguntur, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya, seolah- olah mereka belum sempat tinggal di tempat itu. Ingatlah, binasalah penduduk Madyan sebagaimana kalangan samud( pula) sudah binasa.

Suri Tauladan Dari Nabi Syu’ aib

  1. Senantiasa Dekat dengan Allah

Nabi Syu’ aib A. S dalam tiap kegiatannya tidak sempat kurang ingat dengan Allah, dia senantiasa melakukan perintah- perintah Allah serta menghindari larangannya. Oleh karena itu, dia mempunyai hati yang bersih serta suka menolong orang lain yang lagi memerlukan pertolongan. Sikap semacam ini butuh kita tanam di dalam diri umat muslim supaya kita senantiasa terletak di jalur yang benar serta menghindari larangan- larangannya.

  1. Keahlian Berbicara yang Baik

Juru pidato begitulah julukan yang diberikan kepada Nabi Syu’ aib A. S sebab kemampuannya dalam berbicara serta berargumentasi dengan orang lain. Watak ini sangat dibutuhkan untuk kita sebab dapat mengajak orang lain supaya mengarah jalur yang benar.

  1. Senantiasa Menolong Orang Lain

Nabi Syu’ aib A. S sangat suka menolong orang lain paling utama orang- orang yang lagi dalam kondisi kesusahan. Menolong orang lain ialah sesuatu perihal yang sangat baik, apalagi wajib dicoba. Dengan menolong orang lain, hingga orang yang dibantu hendak bahagia serta kita yang menolong hendak memperoleh pahala. Tidak hanya itu, menolong orang lain dapat mempererat tali silaturahmi.

  1. Senantiasa Melindungi Hati serta Diri

Nabi Syu’ aib A. S senantiasa melindungi hati serta dirinya supaya tidak timbul perasaan benci, sombong, serta lain- lain yang dapat merugikan diri sendiri serta orang lain. Begitu pula, dengan diri kita wajib melindungi hati serta diri supaya tidak terjerumus ke jalur yang salah.

Mukjizat Nabi Syuaib

Nabi Syuaib serta pengikutnya selamat dari azab Allah swt yang mengenai kepada kalangan Madyan

Atas izin Allah Nabi Syuaib sanggup mendatangkan azab badai panas

Atas izin Allah, Nabi Syuaib mendatangkan awan gelap, petir, serta Gempa Bumi

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati