oleh

Bersama DP3AP2KB Jateng, Endro Gelar Sosialisasi Peningkatan Peran Perempuan

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Endro Dwi Cahyono menggelar Sosialisasi Peningkatan Peran Perempuan dalam Pengambilan Keputusan pada Selasa, (17/5/2022) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Sapto Renggo Baru tersebut merupakan bentuk sinergitas dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah.

Dalam agenda pembukaan yang disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Perempuan DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah Asteria Dewi, kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya menyosialisasikan pentingnya peran perempuan di sektor kehidupan.

“Bicara soal peranan perempuan tentunya sangat menarik. Dengan adanya kegiatan ini saya yakin para peserta yang hadir merupakan perempuan-perempuan yang aktif. Dan kemudian bisa lebih berani untuk bersuara di tengah masyarakat nantinya,” katanya saat membuka acara tersebut.

Baca Juga :   Masih Ada Guru Honorer Bergaji di Bawah Rp 500 Ribu

Ia menambahkan, dengan banyaknya kasus kekerasan yang dialami perempuan, maka sudah seharusnya para perempuan berani untuk mengambil keputusan karena mereka bukan lagi objek kekerasan.

“Untuk kondisi yang saat ini, kalau misalkan ibu-ibu dan mbak-mbak sekalian tahu. Kasus kekerasan misalkan KDRT itu tinggi. Sedangkan yang terjadi biasanya ibu-ibu itu diam, dengan kegiatan ini maka kami harap kita sebagai perempuan berani menyampaikan itu dan melaporkannya,” imbuh Dewi.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Endro Dwi Cahyono yang berkesempatan sebagai narasumber menyampaikan persoalan berkaitan dengan terbukanya akses perempuan di dunia politik.

Ia menjelaskan perihal kuota 30 persen yang tersedia bagi perempuan untuk bisa duduk di kursi parlemen. Dengan adanya hal tersebut, maka sudah dibuka selebar-lebarnya bagi perempuan untuk masuk dalam dunia politik.

Baca Juga :   Dinkop UMKM Pati Gelar Penyuluhan Keamanan Pangan

“Berdasarkan peraturan dari pemerintah pusat, sebenarnya perempuan itu kan sudah mendapatkan kuota 30 persen dalam hak untuk menduduki parlemen. Sampai sekarang baru sekitar 20 persen saja yang terpenuhi,” ujarnya.

Pihaknya mengungkapkan dengan akan bertambahnya seorang perempuan yang duduk di kursi parlemen diharapkan mereka mampu mewakili kebutuhan atas persoalan perempuan.

Dalam acara yang melibatkan 30 perempuan dari beberapa unsur masyarakat tersebut, Endro berpesan agar ke depannya perempuan tidak merasa rendah.

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah itu berharap agar peserta yang hadir dalam forum tersebut dapat berbagi ilmu yang telah didapatkan untuk disampaikan kepada orang-orang sekitarnya.

“Jadi jangan sampai ada yang merasa, halah aku wong wedok, bakale yo dadi masak nek dapur. Jangan sampai demikian, kalau misalkan bisa kuliah, lakukan pendidikan yang setinggi-tingginya. Sehabis dari sini, ayo bersama-sama sampaikan materi-materi tadi kepada perempuan sekitar panjenengan semua,” pesan pria yang akrab disapa Mas Endro.

Baca Juga :   Uji Coba PTM di Pati Dinilai Terlambat

Pada acara yang juga dihadiri oleh Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah lainnya yakni Mawahid dan Tazkiyatul Mutmainah, terlihat antusiasme peserta saat mengikuti agenda tersebut. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar