oleh

Pegadaian Digugat Rp322,5 Miliar Karena Tabungan Emas

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Mitrapost.com – Seorang nasabah bernama Arie Indra Manurung menggugat PT Pegadaian (Persero) hingga Rp322,5 miliar terkait masalah tabungan emas.

Arie melayangkan gugatan tersebut melalui kuasa hukumnya, Usman. Gugatan dengan nomor perkara 40/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2022/PN Niaga Jkt.Pst tersebut telah didaftarkan pada Selasa, 10 Mei 2022.

Arie selaku penggugat mengatakan bahwa ia merupakan pihak yang pertama kali menciptakan sistem investasi dan transaksi jual beli emas atau logam mulia yang disebut dengan Goldgram.

Ia juga berpendapat bahwa program ‘Tabungan Emas’ milik PT Pegadaian merupakan bentuk pelanggaran hak cipta karena program tersebut telah dimiliki lebih dahulu oleh si penggugat.

“Menyatakan investasi dan transaksi jual beli emas/logam mulia yang disebut dengan “Tabungan Emas” yang dikeluarkan oleh Tergugat merupakan Pelanggaran Hak Cipta atas Ciptaan Milik Penggugat yaitu sistem investasi dan transaksi jual beli emas/logam mulia yang disebut Goldgram,” bunyi petitum tersebut dilansir dari Detik.com.

Baca Juga :   Kantor Kemenag Rembang Ajak Hargai Perbedaan di Bulan Ramadan

Oleh karena itu, Arie meminta pihak pengadilan untuk menegakkan hukuman kepada PT Pegadaian dengan membayar kepada penggugat atas kerugian materiil sebesar Rp 222.500.000.000, serta kerugian imateriil sebesar Rp 100.000.000.000. Apabila dijumlahkan, maka total hukuman yang diminta penggugat adalah sebesar Rp322,5 miliar.

Tidak hanya itu, Arie juga meminta pengadilan untuk menghukum tergugat dengan menghentikan atau menutup investasi serta transaksi jual beli emas atau logam mulia yang disebut dengan program ‘Tabungan Emas’ setelah putusan diucapkan.

“Menghukum tergugat untuk membayar uang paksa sebesar Rp. 100.000.000 per hari akibat kelalaiannya dalam menjalankan putusan ini,” jelas isi dari petitum tersebut. (*)

Komentar