oleh

Musim Kemarau Tak Kunjung Datang, Begini Penjelasan BPBD Pati

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.com – Pada bulan Juni ini harusnya musim kemarau sudah dimulai, namun hingga akhir pekan Bulan Juni, belum ada tanda-tanda cuaca panas. Sejak awal Januari hingga Juni, hujan merata masih mengguyur daerah Pati.

Mitrapost.com menemui Kepala Seksi Pencegahan pada kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Hermain untuk mendapatkan keterangan terkait anomali musim kemarau tahun ini.

Terang Hermain, awalnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, musim kemarau di Pati, Jawa Tengah akan terjadi di Bulan Mei lalu. Namun BMKG menganulir prediksi tersebut karena akhir Mei masih ada curah hujan.

“di bulan Maret BMKG menyatakan prakiraan musim kemarau Pati diprediksi April dan Mei. Antara bulan itu. ketika bulan Mei, kok malah mengeluarkan buletin prakiraan hujan bulanan. BMKG pun pusing sepertinya tidak bisa diprediksi,” terang Hermain kepada Mitrapost.com saat ditemui dikantornya.

Baca Juga :   Dandim Pati Canangkan Desa Margorejo Sebagai Kampung Pancasila

Diterangkannya, lambatnya musim kemarau tahun ini disebabkan karena fenomena La Nina yang lebih panjang.

la Lina adalah fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi. Fenomena ini adalah faktor utama penyebab musim hujan di suatu wilayah.

Lanjut Hermain, awalnya BMKG juga memprediksi fenomena La nina panjang ini hanya terjadi indonesia Bagian Barat.”harusnya bagian Sumatra itu yang masih basah. kita Jawa Tengah tidak. Tapi kenyataannya kita masih basah,” imbuhnya.

Hingga kini, BPBD Pati belum bisa melakukan prediksi lanjutan terkait kapan intensitas hujan akan akan turun.

Meskipun curah hujan bulan-bulan ini masih tinggi, potensi bencana alamnya sudah turun dibandingkan awal tahun. Hal ini dapat ditandai dari durasi hujan yang rata-rata hanya setengah jam.

Baca Juga :   Pandemi Covid-19, Angka Kemiskinan di Pati Capai 128 Ribu Jiwa

Meski demikian, untuk masyarakat golongan petani yang mempunyai area pertanian dan pertambakan, diminta waspada terhadap bencana alam di area pertanian yang mungkin terjadi. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar