Pati, Mitrapost.com – Pasca kejadian banjir bandang yang terjadi di wilayah Kabupaten Pati, salah satunya yakni menerjang lahan pertanian bawang merah milik warga Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa.
Melalui Kepala Desa Ngurenrejo, Kasnawi mengungkapkan bahwa kerugian para petani bawang karena banjir tersebut setidaknya mencapai hingga Rp3 miliar.
“Justru yang kasihan adalah petani-petani itu mas, petani bawang merah yang kebanjiran kalau kita hitung itu bisa mencapai kisaran tiga miliaran,” katanya saat diwawancarai oleh tim mitrapost.com di kantornya pada Sabtu, (16/7/2022).
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa perhitungan tersebut berdasarkan luas lahan yang terendam banjir di desa tersebut.
Pihaknya menyebutkan, setidaknya terdapat hampir 25 Hektar luas lahan Bawang merah siap panen milik petani yang terendam banjir bandang pada Kamis (14/7/2022) yang lalu.
“Kalau untuk luasan lahan kurang lebih 20 hektar hingga 25 Hektar mas, dan kondisinnya siap panen. Padahal kalau lihat harga pasar harganya sedang baik-baiknya kan,” keluhnya Kasnawi.
Ia menjelaskan, setidaknya setiap hektar lahan yang dimiliki petani tersebut, setidaknya laku di kisaran harga Rp100 juta hingga Rp150 juta.
Dengan kondisi tersebut, Kasnawi berharap pemerintah Kabupaten Pati dapat segera memberikan solusi ataupun bantuan kepada para petani terdampak.
Sehingga pihaknya berharap petani dapat terbantukan dengan adanya subsidi yang diberikan oleh pemerintah. Kemudian kedepannya, petani dapat menggunakan kembali bantuan tersebut untuk kembali melakukan penanaman bawang pada lahan tersebut.
“Kita sangat berharap kepada pemerintah untuk empati pada kasus ini, yang mereka butuhkan adalah support dan bantuan untuk ganti rugi itu,” jelasnya. (*)