Mitrapost.com – Beberapa waktu lalu viral video yang menunjukkan seorang pria pengendara mobil memukul sopir bus Transjakarta yang diunggah dalam akun Instagram @merekamjakarta.
Atas kejadian tersebut, pria pengendara mobil itu pun kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Identitas pria itu diduga adalah Khafi Maheza.
Namun pihak kepolisian sendiri belum mengungkap identitas tersangka. Usai ditetapkan sebagai tersangka, pihak berwajib pun menahannya. Hal ini dikonfirmasi oleh Plt Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Yandri Irwan.
“Ya (sudah tersangka dan ditahan). Setelah dilaksanakan gelar perkara tadi malam,” kata Yandri saat dikonfirmasi, Minggu (28/8) dilansir dari CNN Indonesia.
Khafi Maheza diketahui merupakan seorang aktor pendatang baru di industri hiburan Indonesia. Ia pernah tampil dalam sejumlah film layar lebar Indonesia seperti Gundala yang rilis pada 2019.
Dalam film tersebut, Khafi berperan sebagai putra dari Ridwan Bahri yang diperankan oleh Lukman Sardi.
Film lainnya yang juga dibintangi Khafi yaitu film Survive (2021) yang ditulis dan disutradarai oleh Anggy Umbara. Ia memerankan karakter bernama Nurdin.
Film Survive juga turut dibintangi oleh Onadio Leonardo, Anggika Bolsterli, Omar Daniel, Arswendy Bening Swara, hingga Teuku Rifnu Wikana.
Ia ternyata juga berperan dalam film horor Indonesia berjudul Kuntilanak 3 yang disutradarai oleh Rizal Mantovani. Film tersebut baru dirilis April 2022 lalu. Ia berperan sebagai Kuntilanak dalam film tersebut. Khafi juga diketahui pernah berperan dalam sinetron Indonesia sebagai Edo berjudul Mahar 30 Juz.
Sebelumnya, Khafi Mahesa diketahui memukul kepala sopir bus Transjakarta di kawasan Ciputat beberapa waktu lalu. Ia pun langsung ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan.
Sebelum pemukulan terjadi, mulanya sebuah mobil berhenti di depan Transjakarta. Pria yang mengendarai mobil itu kemudian turun dan cekcok dengan sopir. Pria yang terlihat tak terima itu pun langsung memukul wajah sopir Transjakarta.
Sedangkan pihak PT Transportasi Jakarta telah memberikan tanggapan perihal kejadian tersebut. Anang Rizkani Noor selaku Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Transjakarta mengatakan bahwa pihaknya menolak segala bentuk kekerasan di jalan.
“Transjakarta secara tegas menolak segala bentuk kekerasan di jalan yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan serta keamanan dan kenyamanan pelanggan. Transjakarta melindungi setiap pekerja transportasi yang sedang melakukan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Anang. (*)
Redaksi Mitrapost.com






