oleh

1.271 Buruh Pabrik Rokok di Kota Semarang Telah Menerima BLT DBHCHT

Semarang, Mitrapost.com – Sebanyak 1.271 buruh pabrik rokok di kota Semarang telah menerima bantuan langsung tunai (BLT) dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Bantuan tersebut telah disalurkan beberapa waktu lalu di Gedung Moch Ichsan, Balai Kota Semarang.

Berdasarkan kepala Dinas Sosial (Dinsos) kota Semarang, Heroe Soekendar mengatakan bahwa bantuan sebesar Rp300 ribu tersebut mulai Juni hingga November mendatang, dimana penyaluran bantuan BLT DBHCT yang disalurkan kali ini merupakan tahap pertama.

“Ada enam bulan yang diberikan kepada pekerja pabrik di Kota Semarang. Di samping itu, ada sembilan pekerja pabrik yang ber-KTP Semarang tapi kerja di luar Kota Semarang. Mereka mendapatkan bantuan dari provinsi,” jelas Heroe.

Baca Juga :   Sejumlah Klaster Sumbang Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah

Heru menyebut, buruh yang mendapatkan BLT DBHCHT ini berasal dari tujuh pabrik di Kota Semarang. Data penerima bantuan dari masing-masing perusahaan mengingat perusahaan yang mengetahui persis kondisi para buruh. Mereka yang mendapatkan BLT DBHCHT ini mayoritas adalah buruh yang terdampak pandemi Covid-19.

“Kami minta data ke masing-masing perusahaan karena yang tahu persis kondisi buruhnya adalah perusahaan. Mayoritas adalah mereka yang merasakan langsung dampak pandemi Covid-19,” katanya.

Heroe membeberkan, Pemerintah Kota Semarang juga berencana memberikan BLT DBHCHT kepada masyarakat di lingkungan sekitar pabrik. Pihaknya menganggarkan Rp900 juta yang rencananya akan masuk pada APBD Perubahan 2022.

“Nanti setelah ini, ada Rp900 juta yang akan diberikan berikutnya tapi bukan untuk pekerja pabrik tapi untuk warga di lingkungan pabrik. Ini masih belum tahu berapa sasaran, baru dianggarkan di perubahan,” paparnya.

Baca Juga :   Deklarasi Cinta Damai, Ganjar Sebut Boleh Demo Tapi Tetap Taat Aturan

Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, BLT DBHCHT ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para buruh. Penyaluran tahap pertama ini sebesar Rp2,9 miliar. Meski jumlahnya tidak begitu besar, dia berharap, bisa menjadi sumbang rasa antara pemerintah dan para buruh.

“Ini program yang harus sampai ke teman-teman buruh. Kita harus yakin, kami juga didampingi Kejaksaan Negeri Semarang untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran,” ungkap Iswar. (*)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral