Pati, Mitrapost.com – Sejumlah titik di ruas jalan penghubung Sukolilo-Prawoto rusak. Kerusakan ini diakibatkan adanya pertambangan yang masif di sana. Kerusakan jalan bahkan sudah terjadi sejak satu tahun lalu.
Menurut Kepala Desa Prawoto, Ahmad Hyro Fahruz, banyaknya jalan berlubang menjadi biang kecelakaan di ruas jalan tersebut.
“Ada beberapa desa. Titik di Prawoto rusak parah, Prawoto-Sukolilo rusak parah di perbatasan Wegil, Wegil dan Baleadi itu juga sangat parah. Kalau Prawoto area Babalan itu sering terjadi kecelakaan ke arah Kudus,” katanya.
Ia menambahkan, kerusakan di sejumlah titik jalan Sukolilo-Prawoto sudah diusulkan oleh pihak desa. Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan maupun perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Bahkan, desa sekitar juga sudah mengusulkan ke pihak Pemkab Pati. Menurutnya usulan tersebut sudah dilakukan dalam beberapa kesempatan. Salah satunya melalui musrembang.
“Desa sudah mengusulkan beberapa kali di musrembang, semuanya sudah kita masukan ke musrembang. Tapi belum tahu ada realisasi,” terangnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (30/8/2022).
Hasil dari musrembang sendiri, lanjut dia, belum ada pemberitahuan secara resmi. Namun, berdasarkan rumor yang beredar Pemkab Pati akan melakukan perbaikan tahun ini.
“Sementara untuk pemda secara resmi belum memberikan pernyataan kepada kita. Tetapi pemda juga rumor kabar tahun depan sudah ada pembenahan. Tetapi dengan anggaran sedikit, hanya sebatas itu,” terangnya.
Ia berharap perbaikan jalan segera dilakukan dan juga ada penertiban dump truk. Ia meminta pemerintah mengatur muatan. Selain itu, hilir-mudik mereka juga harus diatur agar tidak membahayakan pengendara lain.
“Penertiban dump truk untuk muatannya standar. Jadi kalau jalan sudah dibangun tidak rusak kembali. Dan dump truk diatur jalannya. Kita tidak menolak adanya dump truk tidak tetapi diatur agar berjalannya gak runtung-runtung agar tidak menggangu pejalan yang lain, ” terangnya.
Untuk saat ini sambil menunggu perbaikan dari pemerintah, beberapa masyarakat menguruk beberapa titik. Hal ini dilakukan agar dapat mengurangi kecelakaan di area tersebut. Apalagi jalan tersebut memang menjadi akses vital bagi masyarakat sekitar, baik akses ekonomi, pendidikan maupun kesehatan masyarakat.
“Masyarakat sementara nambali jeblong-jeblong namun tetap tidak bisa maksimal. Yang notabene bahwa jalan itu milik pemkab jadi kalau kita mau membangun juga posisi serba salah. Hanya sebatas untuk antisipasi agar tidak membahayakan,” paparnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com