oleh

Karya Limbah Rumah Tangga Seniman Rupa Pati Dilirik Presiden Hingga Pasar Internasional

Pati, Mitrapost.com – Siapa sangka di tangan wanita asal kabupaten Pati ini, limbah sampah rumah tangga seperti botol plastik, hingga biji makanan burung bisa menjadi karya seni yang bernilai belasan juta rupiah.

Ialah Ratna Septi Anggraheni, seniman rupa dan pegiat craft dari Dukuh Bibis Desa/Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, pemilik gallery Nagallery Art.

Bagi wanita 53 tahun ini, tidak ada benda yang tidak bisa dirubah menjadi produk seni. Selain berkesenian, mendapatkan uang melalui karyanya, ia juga mempunyai misi mengedukasi masyarakat akan pentingnya mengolah limbah rumah tangga untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

“Kita fokus mengolah limbah semua yang dipakai menggunakan limbah. Kita ingin membuat percontohan bahwa sebuah istrustri bisa tanpa limbah khususnya limbah rumah tangga,” ujar Ratna saat ditemui di sebuah pameran kesenian di Gedung juang 45, Senin (3/10/2022).

Baca Juga :   10 Kuliner Khas Pati yang Wajib Dinikmati

Ratna menceritakan, awalnya ia adalah guru tari di kota Jakarta, berlatar belakang pendidikan seni rupa, di tahun 2009, ia berkeinginan untuk mencari uang dengan ilmu seni rupa yang ia kuasai.

Tak tanggung-tanggung, di awal debut ia dan mendiang suami, Surya Setya membuat kreasi karya baru lukisan dari dari daun sirsak. Atas karya tersebut, Ratna berhasil menorehkan namanya di museum rekor Indonesia (MURI)

“Menekuni limbah di 2009 mendapatkan MURI dari kategori penemuan lukisan baru dari situ kita tertantang mengolah yang ada di lingkungan kita,” cerita Ratna.

Barulah di tahun 2010, bersama mendiang suami, ia memutuskan untuk pulang ke Pati dan berkesenian di daerah. Hingga terciptalah sebuah galeri seni bernama NAGAllery Art.

Baca Juga :   Innalillahi, Mantan Ketua PCNU Pati Tutup Usia

Sayangnya, Surya Setya meninggal tahun ini tepat dua bulan yang lalu. Namun Ratna terus konsisten mengembangkan produk seni yang berasal dari limbah rumah tangga.

Kini ia telah mempunyai berbagai produk unggulan, seperti gantungan kunci batok kelapa, wayang limbah, lukisan relief dari batok kelapa, hingga lukisan dari biji makanan burung.

Produk yang dibuatnya pun dijual dengan harga beragam, mulai dari Rp500 hingga Rp15 juta.

“Yang saya bawa ini kalau gantungan kunci Rp500, lukisan biji Rp600 ribu, kalau yang termahal lukisan relief batok bisa Rp15 juta,” ujar Ratna.

Tahun lalu, lukisan biji Gallery Art bahkan dibeli oleh presiden Joko Widodo melalui sebuah event virtual.

Baca Juga :   Dishub Pati Imbau Pemudik Tetap Utamakan Kesehatan dan Keselamatan

Selain pasar lokal, buah karya Nagallery juga sudah dipasarkan sampai ke pasar internasional seperti Jamaica, Jepang, hingga Afrika.

Berbagai penghargaan juga diraihnya. Selain rekor Muri, terakhir Ratna dan suami mendapatkan penghargaan Pati Innovation Award untuk inovasi wayang bathok sebagai media edukasi dan dongeng folklore Pati.(*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral