Rembang, Mitrapost.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz menggerakkan masyarakat, khususnya remaja putri dan ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet tambah darah.
Bupati Hafidz mengungkapkan remaja putri (rematri) rentan menderita anemia karena banyak kehilangan darah pada saat menstruasi.
Lebih lanjut, remaja yang menderita anemia berisiko tinggi untuk mengalami anemia pada masa kehamilannya. Hal ini akan berdampak pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan janin (stunting).
Selain itu, remaja yang menderita anemia juga berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan pada masa kehamilannya.
Berdasarkan hasil penelitian, remaja putri di Indonesia yang mengalami kurang darah mencapai hingga 30 persen dari jumlah penduduk.
“Hari ini sekalian kita memulai untuk minum tablet penambah darah dalam rangka mencegah stunting, bagi remaja putri,” kata Bupati Hafidz Minggu (20/11/2022).
Sementara remaja dan wanita usia subur perlu minum tablet tambah darah sebanyak satu kali dalam seminggu.
Kemudian, ibu hamil juga perlu mengkonsumsi tablet tambah darah sebanyak 90 tablet atau lebih selama masa kehamilannya untuk mencegah anemia saat hamil.
“Setiap remaja putri dan ibu mau melahirkan dalam 1 mingguan minimal 10 tablet agar supaya bisa menambah darah sehingga kondisi bayi yang ada ini sehat tidak terjadi stunting,” terangnya.
Dirinya menambahkan gerakan minum tablet darah pada remaja putri dan ibu hamil, untuk mencegah terjadinya stunting dengan menargetkan tahun 2024 Rembang zero stunting. (*)






