Pati, Mitrapost.com – Pemerintah segera merealisasikan pengalihan tenaga honorer Satpam, pengemudi, hingga kebersihan menjadi tenaga alih daya (outsourcing).
Di Kabupaten Pati, kebijakan pengalihan tersebut telah ditunggu oleh tenaga honorer. Mi’un salah satunya, seorang Satpam yang bertugas di salah satu sekolah negeri di Pati tersebut mengharapkan segera diangkat menjadi outsourcing agar mendapatkan gaji yang lebih layak.
Namun demikian, ia berharap saat pengangkatan outsourcing ia tetap bertugas di sekolahnya, bukan sekolahan atau lembaga yang lainnya.
“Ini kabarnya memang mau diangkat outsourcing. Tapi belum tahu kapannya. Susahnya gini kalau kerjanya di tempat yang sama nggak apa-apa, kalau di tempat yang lain kan susah,” ujar kepada Mitrapost.com.
“Jika ditempatkan di lokasi baru ia harus beradaptasi mulai dari awal. Kita kan harus mempelajari medan dari awal,” imbuhnya.
Wacana pengalihan honorer ke outsourcing tersebut juga mendapat respon dari Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah.
Ia mengharapkan program alih daya tersebut bisa menyejahterakan para honorer atau wiyata.
Disinggung soal lokasi tempat honorer bekerja outsourcing, Muntamah mengharapkan, agar para honorer tetap bekerja di tempat awal.
Karena menurut Anggota Komisi D Itu Pemerintah seharusnya berpihak kepada para honorer.
“Tidak bijak bagi pemerintah jika honorer yang jadi outsourcing harus dipindah,” ujar Muntamah saat diwawancarai di Kantor Fraksi PKB.
Lebih jauh, politisi dari Partai PKB itu masih berharap bagi tenaga honorer outsourcing nantinya masih bisa diangkat menjadi pegawai aparatur sipil negara (ASN). (*)
Wartawan Area Kabupaten Pati






