Pati, Mitrapost.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengimbau kendaraan besar tak melewati jalur alternatif Pantura Pati-Rembang.
Hal tersebut disampaikan oleh anggota DPRD dari Fraksi Golongan Karya (Golkar), Endah Sri Wahyuningati.
Seperti yang diketahui, kemacetan kerap kali terjadi di sepanjang jalan Pantura Pati-Rembang.
Kemacetan ini merupakan dampak dari pembangunan jembatan Juwana yang tak kunjung usai.
Akibatnya, sejumlah pengendara memilih untuk melewati jalur Jakenan-Jaken yang menjadi jalur alternatif menuju Rembang.
Lantaran adanya penambahan volume kendaraan, menjadikan jalan mengalami kerusakan.
Wanita yang akrab disapa Mbak Ning itu mengaku banyak aduan di DPRD terkait kerusakan dan kemacetan jalan di Jakenan-Jaken.
“Banyak aduan dari masyarakat bahwa jalan alternatif yang sudah rusak ketika dilewati kendaraan besar yang menghindari macet, menyebabkan jalan tambah rusak,” ujarnya.
Kemudian, Bu Ning juga mengimbau pengendara kendaraan besar untuk tidak melewati jalur alternatif. Lantaran muatan berat dapat merusak kondisi jalan.
“Kemacetan parah ini tentunya harus dicarikan solusi yaitu dengan menggunakan jalan alternatif. Meski begitu juga harus diperhatikan volume kendaraanya. Jangan sampai kendaraan-kendaraan besar seperti truk dan bus melewati jalan alternatif karena dapat merusak jalan,” tandas dia. (Adv)
Redaksi Mitrapost.com
