Pati, Mitrapost.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dari Komisi B, Danung Singgihaji meminta Pemerintah setempat, dalam hal ini Dinas Pertanian agar menggencarkan sosialisasi kartu Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Hal ini ia sampaikan seiring terjadinya bencana alam banjir bandang yang melanda Kabupaten Pati dalam dua bulan terakhir.
Menurutnya, banjir sangat menyengsarakan para petani. Meskipun banjir bandang di pemukiman surut, genangan air di persawahan sulit surut, mengingat kontur tanah sawah yang cekung.
Apalagi banjir yang terjadi baru-baru ini, berbarengan dengan masa panen MT-3 tahun 2022 dan masa tanam pertama (MT-1) tahun 2023.
“Pemerintah harus mengutamakan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Maksimalkan sosialisasi AUTP di desa yang sering terendam banjir,” ujar Anggota DPRD Kabupaten Pati Danung saat diwawancarai, Jumat (21/1/22).
Dari pantauan Danung, belum menyeluruhnya asuransi pertanian di Pati bukan hanya disebabkan karena kurangnya informasi, melainkan sebagian besar petani kesulitan saat melakukan registrasi dan pendaftaran.
Oleh karenanya, fasilitasi pelatihan pendaftaran kartu asuransi tani kepada kelompok tani pemerintah desa harus dilakukan agar program dari pemerintah ini maksimal.
Perlu diketahui, kejadian banjir yang terjadi pekan ini rata-rata dialami oleh desa-desa di wilayah pati selatan.
Adapun empat kecamatan di Kabupaten Pati yang terdampak parah diantaranya Margoyoso, Trangkil, Sukolilo, dan Jakenan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mengungkap bahwa banjir ini disebabkan intensitas hujan yang lebat.
Banjir bandang melanda puluhan rumah di beberapa desa. Di antaranya Desa Ngemplak Kidul (Margoyoso), Desa Mojoagung (Trangkil), Desa Wegil dan Prawoto (Sukolilo), serta Desa Glonggong dan Desa Sembaturagung (Jakenan).
Kerugian materiil yang disebabkan kejadian bukan cuma bangunan rumah saja, melainkan juga hektara lahan persawahan. (adv)
Wartawan Area Kabupaten Pati
