Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian Kabupaten Pati mencatat sepanjang tahun 2022 lahan sawah terdampak banjir mencapai 5.681 hektare sedangkan yang terkena puso mencapai 1.282 hektare.
Kejadian banjir terparah terjadi saat banjir bandang yang melanda Kabupaten Pati sebulan yang lalu. Dinas Pertanian mencatat 9 kecamatan sawahnya masih digenangi air hingga kini.
Jianto, tim POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) melansir jumlah lahan tergenang banjir bandang kemarin masih mencapai 1.477 hektare tersebar di Kecamatan Margorejo, Pati, Jakenan, Gabus, Juwana, Sukolilo Kayen, Winong Kidul, dan Tambakromo
Dari ribuan hektare tersebut, sebanyak 652 hektare lahan diantaranya mengalami puso atau padi tidak berisi.
“Dulu kan ketika ada banjir bandang 2.532 ini sampai saat ini surut ada yang tambah. Hasil akhirnya sekarang 1.477 hektar,” ujarnya saat dihubungi Mitrapost.com, Rabu (28/12/22).
Untuk meminimalisir kerugian petani atas dampak puso, Dinas Pertanian berupaya menurunkan premi asuransi para petani.
Jianto mengaku saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan PT.Jasindo (Penyedia layanan asuransi petani) untuk meninjau dan memverifikasi berapa hektar lahan yang bisa mendapatkan asuransi.
“Karena yang bisa dapat asuransi tidak semua. Dalam 1 hektar Kerusakan mencapai 75 persen. Luasan hamparan alami,” terangnya.
Jianto memprediksi, puncak musim penghujan masih akan terjadi hingga awal bulan Februari tahun 2023 mendatang. Para petani diminta waspada saat memulai masa tanam padi hingga bulan tersebut.(*)
Wartawan Area Kabupaten Pati



