Pati, Mitrapost.com – Banjir merendam sejumlah ruas jalan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah sejak Senin (2/1). Akibat kejadian ini, kemacetan lalu lintas terjadi di sejumlah titik. Salah satu yang terparah terjadi di Jalan Pantura Pati-Rembang.
Makruf, Warga Kecamatan Jakenan mengatakan, kemacetan di jalan Pati bagian timur ini disebabkan karena banyak faktor.
Salah satunya diakibatkan karena jalan alternatif Pati-Rembang di Jakenan-Jaken terdampak banjir sangat parah.
Di Desa Glonggong hingga Sembaturagung Jakenan ketinggian air bahkan hingga mencapai 60 cm dan tidak bisa dilewati kendaraan sehingga jalur pantura dipadati berbagai jenis kendaraan.
Kemacetan paling padat terjadi di jam-jam produktif pagi dan sore. Kondisi ini diakuinya sudah terjadi selama 3 hari.
“Yang dari Jakenan sekarang menggunakan jalan di Juwana. Saya kebetulan tadi mau ke Kemenag, nggak bisa,” ujar Makruf.
Kemacetan terparah diakui Makruf terjadi di jalan raya dijadikan jalan alternatif jembatan Juwana. Khususnya di sisi sebelah Selatan (arah Rembang ke Pati).
Akibat peristiwa ini, perjalanan yang biasanya ditempuh selama setengah jam kini menjadi 2 jam.
“Biasanya cuma 30-45 menit. Ini saya berangkat pukul 06.00 WIB sampai sini (Pati kota) jam 08.00 WIB,” ujar Makruf.
Begitupun, yang dialami Sunadi warga Jakenan. Untuk perjalanan yang menggunakan kendaraan roda empat menurutnya lebih berat lagi. Agar terhindar kemacetan, ia terpaksa memilih jalan memutar.
“Nggak bisa lewat Pantura. Kalau dari Jakarta dan sekitarnya lewatnya Pucakwangi nanti ke Winong, terus Gabus, lewat Jembatan tanjang, baru sampai Pati,” ujarnya.
Selain banjir, kemacetan di Jalan Pantura-Rembang pekan ini juga disebabkan banyaknya jalan berlubang dan proyek perbaikan jalan di Kecamatan Batangan. (*)
Wartawan Area Kabupaten Pati