Pati, Mitrapost.com – Tak terbesit di benak Yuni Muryanti, warga Desa Kosekan RT 1 RT 2, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati yang harus rela menggelar resepsi pernikahannya di tengah genangan air banjir bersama pasangannya Abdul Basir, warga Kelurahan Gemantar, Mondokan, Kabupaten Sragen.
Acara resepsi yang digelar pada Senin (9/1/2023) itu, membuat tamu yang datang harus rela berbasah-basahan lantaran ketinggian air mencapai kurang lebih 40 cm.
Yuni saat itu menjelaskan bahwa akad nikah ini sudah direncanakan dengan kedua pihak keluarga jauh-jauh hari dan kedua keluarga sepakat resepsi digelar di kediaman sang mempelai wanita di Desa Kosekan.
Kendati demikian, nasib kurang beruntung menghinggapi kedua mempelai itu. Pasalnya, seminggu sebelum hari H, Desa Kosekan diketahui telah diterjang banjir dari luapan sungai Silugonggo.
“Sebelumnya kami sudah merencanakan resepsi pernikahan ini jauh-jauh hari, tapi seminggu sebelum hari H kampung saya diterjang banjir,” ucap Yuni saat ditemui awak media, Selasa (10/1/2023).
Sebelumnya, ia sempat berpikir akan menunda acara tersebut, namun undangan serta keperluan lainnya sudah dipersiapkan dengan matang dan tidak ada lagi alasan untuk menunda resepsi tersebut.
Akhirnya, momen dramatis itu pun terlaksana dengan lancar. Meski berlangsung di tengah genangan banjir, namun tidak ada halangan yang berarti dalam acara tersebut.
“Melihat kondisi semacam ini, kami sempat berniat untuk menunda resepsi pernikahan, tapi akhirnya acara kami semuanya berjalan,” ujarnya.
Sebagai informasi, momen pernikahan di tengah banjir ini pun diabaikan olehnya. Ia dan pasangannya pun sempat mengabadikan dengan berfoto berdua di tengah banjir sambil membawa sampan. (*)






