Pati, Mitrapost.com – Melestarikan seni dan kerajinan batik Bakaran Juwana membutuhkan perjuangan dan kesabaran. Salah satu pemilik usaha batik yang kini telah sukses mengembangkan bisnisnya adalah Wati dan Supadi.
Keduanya merupakan pemilik Industri Kecil Menengah (IKM) Tiara Batik dan sudah merintis usaha batik Bakaran sejak tahun 2007, tetapi sudah belajar batik sejak tahun 1994.
Saat ditemui di tempat pembuatan, Wati menjelaskan bagaimana proses batik Bakaran dibuat. Dimulai dengan menggambar kain dan dipola. Kemudian dilanjutkan dengan membuat cecek yaitu isen-isen batik yang memiliki bentuk paling sederhana yakni bebentuk titik-titik yang rapat dan biasanya menghiasi area motif batik.
Kain lalu ditembok atau di-blabari, setelah selesai dilanjutkan dengan pewarnaan, mbironi, di lorot hingga jadi.
“Kain mori terus digambar terus dipola, terus di cecegi terus di blabari. Terus proses pewarnaan dimbironi, mbironi iku nutup cecegan setelah itu di sogo lalu di lorot baru jadi,” ucap pemilik Tiara Batik, Wati.
Ia pun mengaku proses membuat batik cukup rumit, sehingga butuh kesabaran.
“Tapi nanti kalo minta pewarnaan lagi dibanding lagi, dikasih warna lagi langsung dilorot. Riyel kok mbak gawe batik mbak koyo ngrumati bayi,” tambahnya.
Saat ini, pihaknya sudah memiliki 10 lebih motif untuk Tiara Batik. Pola dan desain telah disediakan ataupun disesuaikan dengan keinginan pelanggan.
“Tetap semangat menciptakan motif baru aja sih, agar minat pembeli itu ada. Terkadang kalo ada acara apa-apa pada pesen batik meskipun ada kain hits jaman now,” tuturnya.
Tiara Batik memiliki karyawan berkisar 6 orang mayoritas perempuan semua. Karena perempuan detail dalam pengerjaan.
Proses pengerjaan batik mereka di rumah masing-masing, tapi untuk alat karyawan punya sendiri sedangkan seperti canting dan malam dari Tiara Batik. Wati mengungkapkan, batik Bakaran ada bercaknya dan identik dengan warna hitam sama putih.
Pihaknya berharap, Tiara Batik bisa terkenal di seluruh Provinsi Jawa Tengah bahkan luar Jawa. Agar kelestarian Batik Bakaran semakin luas dan terus berkembang. (*)
Penulis: Putri Asia
Redaksi Mitrapost.com






