Rembang, Mitrapost.com – Berdasarkan technical meeting, festival Thong-Thong Lek 2023 akhirnya disepakati dilaksanakan pada tanggal 16 April 2023 di Alun-Alun Rembang. Rencananya, acara tersebut akan menampilkan 19 grup kesenian yang siap menghibur penononton.
Bupati Rembang Abdul Hafidz turut mengungkapkan apresiasinya terhadap antusiasme dan semangat masyarakat dalam mempertahankan salah satu budaya yang menjadi ikon Kabupaten Rembang. Ia juga berharap festival dapat terlaksana dengan lancar dan aman.
“Utama dan pertama yang harus dipertimbangkan niat nguri budaya. Jangan sampai menimbulkan gangguan Kamtibmas. Maka ada persyataran dari ketua kelompok menyatakan bebas narkoba. Semoga Thong-Thong Lek walaupun terpusat menjadi ikon Rembang,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang Muttaqin yang hadir di dalam diskusi memberikan keterangannya terkait pertimbangan-pertimbangan pemindahan lokasi dan waktu pelaksanaan yang tadinya ditargetkan terselenggara pada 17 April 2023.
“Awal pelaksanaan di Taman Kartini. Dengan pertimbangan kondisi, masukan dan lainnya pelaksaan digeser ke Alun-alun Rembang,” terangnya.
Penonton dapat lebih leluasa bergerak jika festival di gelar di Alun-Alun Rembang. Selain itu, menurut Bupati Hafidz, geliat ekonomi masyarakat di sekitar sana lebih kuat, sehingga diharapkan lebih banyak penonton yang hadir untuk menyemarakkan suasana.
Selain itu, karena lokasi yang berdekatan dengan Masjid Agung yang akan menggelar malam lailatul qodar dan salat tasbih pada 27 Ramadan atau 17 April 2023, acara Thong-Thong Lek dimajukan satu hari pada tanggal 16 April 2023.
Pelaksanaan juga dilakukan secara tradisional dan manual. Hal ini bertujuan untuk menjaga keaslian budaya Thong-Thong Lek.
“Saya apresiasi sahabat-sahabat. Mendukung keberlangsungan dan pelestarian budaya tradisi yang kita miliki,” ujar Muttaqin memberikan apresiasi. (adv)






