Pati, Mitrapost.com – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Etty Irianingrum, SKM, M. Kes mengatakan bahwa saat ini Indonesia mempunyai tiga beban masalah gizi (triple burden).
“Triple burden yang dimaksud adalah stunting, wasting dan obesitas serta kekurangan zat gizi mikro. Jadi obesitas yang terjadi pada balita juga merupakan masalah gizi,” kata Etty Irianingrum, SKM, M.Kes.
“Obesitas itu sendiri udah problem, gangguan tumbuh kembang juga masalah gizi dan kelebihan nutrisi juga,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Etty Irianingrum, SKM, M. Kes.
Pihaknya mengimbau agar orang tua benar-benar memperhatikan gizi anak agar bisa menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Etty Irianingrum, SKM, M. Kes melalui Ketua Tim Gizi Dinkes Pati, Evi Rosdiana Sari, SST menjelaskan berdasarkan data penimbangan serentak bulan Februari 2023 di Kabupaten Pati menunjukkan prevalensi balita obesitas sebesar 1,19 % dengan jumlah kasus sebanyak 867 balita.
Dinas Kesehatan Kab. Pati sudah dan terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menerapkan prinsip gizi seimbang sesuai usia yang dituangkan dalam panduan pola makan sesuai “Isi Piringku”.
Lebih lanjut, yang tepat untuk masing-masing kategori usia, dengan memperhatikan konsep PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) pada balita sehingga terhindar dari risiko kegemukan.
Beliau menambahkan bahwa penanganan yang dilakukan adalah mencegah penambahan berat badan secara berlebihan dan meningkatkan aktivitas fisik secara teratur tiap hari pada balita.
Untuk bayi di bawah 1 tahun tidak diperlukan diet ketat karena sebagian besar bayi gemuk akan kehilangan kelebihan berat badannya secara spontan.
Sedangkan untuk balita penanganan dilakukan dengan merubah dan mendisiplinkan pola makan sesuai anjuran atau melaksanakan pembatasan makan untuk obesitas yang ekstrim sehingga berat badannya tidak bertambah. Mengingat pada usia balita cepat bertambah tinggi, maka diharapkan dalam waktu 6-12 bulan ia akan keluar dari kegemukannya.
Pihaknya mengimbau bahwa penanganan diet obesitas pada anak harus menerapkan prinsip kehati-hatian dan di bawah pengawasan ahli gizi agar tidak mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan balita. (*)
Redaksi Mitrapost.com






