Mitrapost.com – Ucapan dan tindakan menjadi unsur penting dalam beribadah. Kita semua mengawali setiap perbuatan didahului dengan niat yang diucapkan, baik secara lisan maupun di dalam hati. Kendati demikian, terkadang kita lalai untuk melakukan perbuatan tersebut, padahal sudah diniatkan sebelumnya.
Dalam Al-Quran surat Ash-Shaff ayat 2-3, dijelaskan tentang orang-orang yang tidak mengamalkan apa yang sebelumnya diucapkan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ ۞ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
Yā ayyuhallażīna āmanụ lima taqụlụna mā lā taf’alụn. Kabura maqtan ‘indallāhi an taqụlụ mā lā taf’alụn
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan,” (Surat As-Shaff ayat 2-3).
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah sangat membenci perkataan yang tidak disertai perbuatan. Seseorang yang memerintahkan untuk berbuat baik, maka dialah yang harus memulai untuk berbuat baik. Begitu juga orang yang memerintah untuk menghindari keburukan, maka orang itu pula yang harus meninggalkannya pertama kali.
Oleh karena itu, alangkah baiknya jika anda selalu mengingat apa yang sebelumnya telah dijanjikan dan diniatkan lewat ucapan, kemudian segera mengerjakannya jika sudah memungkinkan. Namun, kalau terlanjur melupakannya, meminta ampun lah kepada Allah SWT atas ucapan yang tidak terpenuhi tersebut.
Dikutip dari NU Online, terdapat doa yang tercatum dalam Syair Burdah yang dikarang oleh Imam Al-Bushiri. Doa tersebut berbunyi;
أَسْتَغْفِرُ الَّلهَ مِنْ قَوْلٍ بِلاَعَمَــلٍ
Astaghfirullah min qouli bi la ‘amali
Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah dari ucapan tanpa disertai amal.”
Demikian doa meminta ampunan kepada Allah atas ucapan tanpa diiringi perbuatan.(*)


