Pati, Mitrapost.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024 jenjang SMA/SMK telah berlangsung, sehingga nantinya siswa akan diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah masing-masing.
Ekstrakurikuler di sekolah biasanya sangat beragam jenisnya, sehingga siswa hanya bisa memilih satu sesuai dengan pilihan masing-masing.
Hal itu sudah disampaikan oleh Kasubag Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 3, Haryanto kepada media Mitrapost.com saat ditemui dikantornya belum lama ini.
Haryanto mengatakan, melalui ekstrakurikuler, siswa SMA bisa mengembangkan minat dan bakat yang sudah dikuasai sejak dulu dan bisa meraih manfaat yang nantinya akan berguna di masa depan.
“Jadi ekstrakurikuler yang dikuasai saat ini dan dulu tidak hanya dikembangkan di sekolah saja nantinya, tapi bisa juga nanti ketika lulus akan dikembangkan lagi buat masa depannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, mengikuti ektrakurikuler juga dapat membantu mengembangkan siswa dalam keterampilan dalam menentukan manajemen waktu dan kedisiplinan.
Pihaknya menuturkan, ketika memilih ekstrakurikuler terlebih dahulu harus mengetahui minat dan bakat pribadi. Tak hanya itu, siswa juga harus bisa mencocokkan antara minat dan bakat dengan ektrakurikuler yang ada di sekolah.
Setelah melakukan pencocokkan, siswa juga bisa mengikuti pertemuan dan uji coba yang telah diadakan. Sehingga siswa bisa melakukan diskusi dengan pemahaman yang lebih baik bersama teman-temannya.
“Dicocokkan juga sama minatnya, misalnya ketika minatnya di bidang seni tapi di sekolah tidak ada kan jadi kendala. Jadi harus dicocokkan dulu baru bisa ikut pertemuan tuh agar tidak salah terjun atau memilih,” tuturnya.
Haryanto mengimbau, saat memilih ekstrakurikuler, siswa jangan asal ikut-ikutan temannya. Meskipun banyak minat dibidang tersebut, tetapi ketika siswa hanya sekedar ikut-ikutan, nantinya akan berdampak pada ke depannya.
Berbeda lagi ketika siswa tersebut ingin menambah wawasan dan lebih mendalami ektrakurikuler tersebut, nantinya akan menambah hal positif pada siswanya.
Ia berharap, ketika memilih ekstrakurikuler tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun, sebab nantinya yang akan menjalankan kegiatan tersebut yakni siswanya. (*)






