Pati, Mitrapost.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) menuturkan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) gas subsidi berjenis melon di Pati hanya seharga Rp15.500.
Meskipun demikian, berdasarkan keterangan dari Kepala Disdagperin yang diwakilkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Kuswantoro menemukan, terdapat pangkalan yang menjual lebih dari HET tersebut.
“Kalau HET masih tetap Rp15.500 sampai konsumen, tapi kadang di lapangan ya ada laporan lebih dari itu,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, pihaknya mengaku telah melakukan pengawasan terhadap para agen hingga pangkalan dalam pola pendistribusian gas subsidi tersebut.
Berdasarkan hasil di lapangan, dinaikkannya harga gas melon yang melebihi HET tersebut, dikarenakan faktor jarak.
Di mana saat dilakukan penghitungan oleh pangkalan, ternyata dengan harga standar tidak mampu menutup biaya pengiriman. Sehingga terpaksa harus menaikkan sedikit dari HET.
“Baru saja itu beberapa waktu yang lain, laporan itu. Kita konfirmasi di lapangan, dan itu biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, misalkan jarak dan sebagainya yang kalau dihitung tidak mencukupi maka harus terpaksa menjual diatas HET,” jelas Kuswantoro.
Sementara itu, terkait dengan ketersediaan stok gas melon, pihaknya menyatakan agar masyarakat tidak perlu khawatir.
Ia memastikan stok aman bagi masyarakat, hal tersebut dikarenakan dalam setiap momen perayaan hari besar nasional dan keagamaan selalu mengajukan tambahan.
Kuswantoro menyebutkan, ketersediaan kuota untuk LPG jenis melon di wilayah Kabupaten Pati pada tahun 2023 yakni sebanyak 36.336 MT atau sebanyak 12.112.000 tabung.
“Stok kita pastikan aman, saat momen hari besar kitavjuga selalu mengajukan tambahan. tapi tetap akan ditambahkan kalau biasanya sekitar 2-5 persen. Kuota untuk tahun 2023 sendiri itu ada sejumlah 36.336 MT,” jelasnya. (*)






