Pati, Mitrapost.com – Seorang pria asal Pati yang bernama Aris Munaji (40) bekerja sebagi pengemis di lampu merah (Lamer) Puri Pati mengaku motifnya mengemis adalah untuk membayar hutang. Akan tetapi, uang hasil minta-minta tersebut justru digunakan untuk menyewa Pemadu Karaoke (PK) alias Lady Companion (LC).
Keterangan tersebut telah dibenarkan oleh Kepala Bidang Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibum Tranmas) Satpol PP Kabupaten Pati, Djuharianto Soegondo saat dikonfirmasi langsung kepada media Mitrapost.com pada Rabu (6/7/2023).
“Itu benar adanya yang di sosmed itu ya, terkait pengemis yang minta-minta kalau motif dia minta-minta saat diwawancara kita yo muni bayar utang. Istilahnya di tempat hiburan malam itu salah satu dari tugas kita Satpol PP dalam penegakkan Peraturan Daerah Kabupaten Pati,” jelasnya.
Djuharianto mengatakan bahwa pengakuan pengemis (Aris) tersebut hanyalah sebatas menutupi kesalahan dan pelanggaran yang telah ia lakukan.
Sebab, ketika dilihat dari kehidupan keluarga usai pihaknya mengantarkan pengemis tersebut ke rumahnya, masih bisa dikatakan bahwa ia mampu dan tidak kekurangan.
“Yang pasti buat bayar utang katanya sampai ngemis-ngemis kaya gitu. Nuwun sewu gak murni lah alesan kaya gitu, keluarganya ya kami anggap mampu setelah kita antarkan kemaren si pelaku pengemis ini,” katanya.
Lebih lanjut, menurut keterangannya, saat mewawancarai pengemis tersebut mengungkapkan bahwa video itu bisa viral lantaran pengemis tersebut ingin memiliki dokumentasi bahwa dia bisa sewa dan rangkul LC.
Tak hanya itu, pihaknya juga menambahkan jika Aris mengaku tidak tahu siapa yang telah menyebarkan dan menjadikan video itu viral, yang ia tahu yang mengambil video hanya teman dari Aris yang ikut serta bersamanya di tempat hiburan malam.
“Kemudian disuruh vidio yang nyoting itu temennya sana, pengakuannya dia begitu. Terus gak pake video yang punya yang bersangkutan gatau kok sampe viral, pengakuannya dia itu cuma begitu. Tujuan saya ya adalah menegakkan berat terkait dia meminta-minta di tempat seperti itu nggeh,” ungkapnya.
Selanjutnya, pihaknya juga menyebutkan bahwa pengemis itu selalu beraksi di kawasan Lamer Puri Pati dan berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp150 hingga Rp250 untuk per harinya. (*)






