Mitrapost.com – Kesehatan kulit dapat dipengaruhi oleh suasana hati. Stres, kecemasan dan depresi dapat memunculkan jerawat dan memperburuk masalah kulit, seperti eksim dan psioriasis. Hal ini dikaitkan dengan stres yang memicu kinerja hormon tertentu dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh hingga menimbulkan peradangan.
Dilansir dari Everyday Health, berikut efek stres bagi kesehatan kulit.
Stres memicu perilaku yang dapat memperburuk kesehatan kulit
Anna Chacon, seorang dokterkulit dan juga seorang penulis buku kesehatan mengatakan bahwa seseorang yang cemas sering kali mengembangkan kebiasaan atau perilaku tertententu, seperti mencabut rambut, mengupil, hingga mengorek jerawat. Kebiasaan mengorek jerawat dapat menimbulkan bekas luka pada wajah.
Kebiasaan tidak sehat memperburuk kulit
Menurut Mayo Clinic dan Sleep Foundation depresi dapat memicu kesulitan makan dan mendapatkan tidur yang cukup. Hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan tubuh Anda yang tercermin pada kulit, menurut dokter kulit dari New York City bernama Doris Day.
Chacon menambahkan, seseorang yang depresi mungkin tidak melakukan perawatan diri untuk menjaga kesehatan kulit dan tubuh karena kurangnya minat.
Stres menyebabkan keriput dan jerawat
Mengernyit atau mengerutkan kening secara terus menerus dapat menciptakan kerutan di sekitar dahi, kata Chacon. Cleveland Clinic menyatakan, kontraksi otot kecil yang terjadi saat Anda mengerutkan kening atau menyipitkan mata dapat menyebabkan munculnya garis-garis di dahi, di antara alis, dan di sekitar sudut mata. Seiring waktu, garis-garis ini menjadi lebih menonjol dan dapat menyebabkan kerutan.
Dokter Day menyarankan pasiennya untuk lebih banyak tersenyum. Menurutnya, gerakan tersebut dapat melatih otot-otot tertentu pada wajah.
Selain itu, stres juga melepaskan lebih banyak hormone kortisol yang dapat mengikat kelenjar minyak dan meningkatkan produksi minyak. Hal itu menyebabkan minyak berlebih yang memicu timbulnya jerawat.
Redaksi Mitrapost.com




