Pati, Mitrapost.com – Kepala Bidang (Kabid) Persampahan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Ragil Nur Wahyudi menyebutkan bank sampah bakal menjadi salah satu faktor penilaian Adipura.
Diketahui, penganugerahan piala dan sertifikat kepada daerah tingkat Kabupaten atau Kota dengan salah satu kriteria adalah kebersihan dan kesehatan lingkungan hidup di daerah yang bersangkutan.
“Ya bank sampah termasuk di kriteria penilaian. Yang pertama ada pemukiman, pemukimannya ada bank sampah, ketika ada bank sampah nanti yang dinilai adalah pencatatannya, jumlah nasabah, jumlah sampah yang dikumpulkan, kemudian nilai rupiah yang sudah dibagikan ke nasabah itu kalau bank sampah,” katanya.
Menurutnya, bank sampah di sini sudah memenuhi kriteria penilaian untuk mendapatkan predikat Adipura. Apalagi bank sampah yang didukung dengan aplikasi mobile, itu bisa menguatkan penilaian Adipura.
“Insyaallah kalau sesuai kriteria yang di dalam juknis penilaian Adipura untuk bank sampah kita diangka yang baik, angka aman lah untuk itu. Karena saat ini kita juga mengembangkan sistem aplikasi walaupun baru launching insyaallah nantinya juga ada point tersendiri,” sambungnya.
Lebih lanjut, Wahyudi mengungkapkan bahwa setiap tahunnya ada penambahan jumlah bank sampah. Namun, sampah yang dihasilkan oleh warga Kabupaten Pati juga ikut bertambah.
“Karena ada beberapa kabupaten yang bank sampahnya belum jalan, di Pati ini semakin tahun semakin bertambah jumlah bank sampah, jumlah sampahnya juga bertambah,” lanjutnya.
Sebelumnya, penghargaan Sertifikat Adipura pernah diberikan kepada Kabupaten Pati pada tahun 2022 lalu. Dalam penilaian Adipura, bank sampah menjadi salah satu kriteria untuk mendapatkan predikat kota Adipura. Untuk bank sampah sendiri, penilaian dilakukan terhadap produktivitas bank sampah tersebut. (Emka)

Wartawan Mitrapost.com






