Mitrapost.com – Mahfud Md selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) bercerita terkait dengan koruptor yang dapat bebas bertemu kawan lamanya di hotel.
Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber di Universitas Airlangga,
Sebelumnya, ia membahas terkait dengan materi hukum Indonesia. Ia menyebut hukum telah membaik setelah reformasi ditandai pembentukan KY, KPK, LPSK.
Adanya aturan pemerintahan daerah hingga pencabutan dwifungsi ABRI dianggap sudah benar, namun aparat penegak hukumlah yang dianggap tidak baik.
Mahfud lantas bercerita pengalaman yang dialami temannya, Slamet Efendi Yusuf. Ia adalah mantan anggota DPR. Ketika Efendi ingin bertemu temannya yang terjerat kasus korupsi. Betapa kagetnya dia, si temannya ingin bertemu dan sarapan di hotel.
Menurut Mahfud Md, pengawal si koruptor telah termakan uang suap.
“Inget teman saya kemarin baru cerita, seorang teman namanya Slamet Efendi Yusuf almarhum, anggota DPR bersama saya dulu. Ada teman dari DPR masuk penjara, suatu saat mas Effendi Yusuf nelepon, ‘Eh Mas aku kangen sama kamu lama ya di DPR lalu kita berpisah sejak kamu di penjara, aku mau nengok ya ke penjara, kamu tersinggung nggak?’. ‘Oh ndak, ndak, kapan?’ ‘Hari minggu tanggal sekian jam 7’ ‘Saya Siap bertemu Mas Slamet’. ‘Oke, ke mana?’ ‘Nanti setengah jam sebelumnya saya beri tahu di mana, di ruang mana kita harus bertemu’. Ya itu, setengah jam sebelum, ‘Mas saya sudah berangkat, ini mau ke mana, pertemuannya di mana?’ ‘Di Hotel Mulia’, ‘sarapan pagi di Hotel Mulia kita’.
“Orang di penjara ngajak sarapan pagi di Hotel Mulia? berarti nyuap itu kepada sipirnya, kepada aparat-aparat yang mengatur, yang mengawal di jalan, itu Saudara. Yang saya katakan terjadi,” kata Mahfud.
Walaupun begitu, Mahfud meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan, semua polisi atau aparat penegak hukuk itu jelek. Ia menilai banyak juga mereka yang mempunyai kinerja yang bagus.
“Meskipun selalu saya katakan tapi jangan Anda bilang ‘polisi itu jelek ya’ gitu, polisi itu jelek ya memang banyak yang jelek, tapi sebenarnya secara umum lebih banyak yang bagus,” kata Mahfud.
Mahfud mengatakan sangat penting peranan penting dalam mendisiplinkan anak buahnya.
“Karena begini, saya tidak bohong, kalau gini kalau seumpama urusan penataan keamanan selebar kertas ini, ini di jaga oleh polisi dengan bagus, nah tetapi kadang kala ada polisi di titik ini nakal,” tutur dia.
“Jadi secara umum bagus, tetapi oknum oknum di tempat-tempat tertentu itu masih ada yang nakal, nah di sinilah dibutuhkan kekuatan leadership,” ujar Mahfud.
Redaksi Mitrapost.com






