Mitrapost.com – Israel murka setelah Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meloloskan resolusi yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan di Jalur Gaza.
Dalam hal ini, Israel menolak resolusi dengan marah sembari menyebut PBB sudah tak mempunyai legitimasi.
Dilansir dari Al Arabiya dan AFP pada Sabtu (28/10/2023), sebanyak 120 suara dukungan, 45 suara abstain, dan 14 suara penolakan.
Suara itu didapat dari pertemuan anggota Majelis PBB, pada Jumat (27/10).
Israel menolak keras resolusi, mereka menegaskan akan melakukan segala cara untuk menghadapi Hamas.
“Hari ini adalah hari yang akan dianggap sebagai keburukan. Kita semua telah menyaksikan bahwa PBB tidak lagi memiliki legitimasi atau relevansi sedikit pun,” ucap Duta Besar Israel Gilad Erdan dalam forum Majelis Umum PBB.
“Anda semuanya memalukan,” imbuh dia.
“Israel akan terus mempertahankan diri. Kami akan mempertahankan masa depan kami, keberadaan kami dengan membersihkan dunia dari kejahatan Hamas sehingga mereka tidak lagi mengancam orang lain,” tegas Erdan dalam pernyataannya.
Sementara itu, Kelompok Hamas menyambut baik pernyataan PBB tersebut. Hal ini merupakan seruan untuk mengakhiri konflik Palestina bersama Israel.
“Kami menuntut penerapannya segera untuk memungkinkan masuknya bahan bakar dan bantuan kemanusiaan bagi warga sipil,” sebut Hamas dalam pernyataannya.
Resolusi tersebut pun menimbulkan perpecahan di beberapa negara barat. Dengan penolakan yang kuat dari Amerika Serikat dan Austria.
“Sangat keterlaluan bahwa resolusi ini gagal menyebutkan nama pelaku serangan teroris pada 7 Oktober,” tegas Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield.
Redaksi Mitrapost.com







