Mitrapost.com – Manusia diciptakan sebagai khalifah atau pemimpin di Bumi. Oleh sebab itu, peran pemimpin sangat penting, baik itu bagi organisasi, masyarakat bahkan agama. Islam memberikan tanggung jawab yang besar pada pemimpin untuk melayani kepentingan rakyat, memutuskan pekara secara adil dan bijaksana, atas kekuasaan yang dimiliki.
Meski demikian, tidak semua pemimpin menyadari tanggung jawabnya. Di antara mereka, ada pemimpin yang zalim dan tidak amanah. Pemimpin seperti ini nantinya akan mendapatkan pembalasan yang pedih dari Allah SWT.
Dikutip dari DetikHikmah, berikut ciri pemimpin zalim.
- Mempunyai akhlak paling rendah di kalangan masyarakat dan sangat dibenci karena kejahatannya
- Memaksa rakyat berkhidmat bagi kesenangannya
- Tidak mempedulikan kesusahan dan rintihan rakyat yang menderita
- Rakyat sangat membencinya dan senantiasa mendoakan kejatuhannya
- Dia juga membenci rakyatnya dan mengharapkan kesusahan mereka.
Apa balasan bagi pemimpin zalim?
Pemimpin yang zalim akan dijauhkan dari surga Allah SWT. Mereka yang curang terhadap rakyatnya, maka diharamkan surga untuknya. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah yang berbunyi, “Tidaklah seseorang diamanahi pemimpin suatu kaum kemudian ia meninggal dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, maka diharamkan baginya surga,” (HR Bukhari dan Muslim).
Tak hanya diharamkan surga, pemimpin yang ingkar akan mendapatkan azab yang pedih.
Allah SWT berfirman dalam surah Asy Syura ayat 42,
اِنَّمَا السَّبِيْلُ عَلَى الَّذِيْنَ يَظْلِمُوْنَ النَّاسَ وَيَبْغُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Innamas-sabīlu ‘alallażīna yaẓlimụnan-nāsa wa yabgụna fil-arḍi bigairil-ḥaqq, ulā`ika lahum ‘ażābun alīm
Artinya: “Sesungguhnya alasan (untuk menyalahkan) itu hanya ada pada orang-orang yang menganiaya manusia dan melampaui batas di bumi tanpa hak (alasan yang benar). Mereka itu mendapat siksa yang sangat pedih.”
Selain itu, meski ia memiliki kekuatan, harta berlimpah dan kekuasaan yang besar, pemimpin zalim akan mengalami kesusahan. Tak hanya pemimpin tersebut, orang-orang yang berada di pihak (mendukung) orang-orang zalim juga akan mendapatkan dosa.
Rasulullah SAW bersabda, “Ya Allah, siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku kemudian dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku dan memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia,” (HR Muslim)
Dalam hadits lainnya, Rasulullah bersabda, “Barang siapa mencampakkan mereka, niscaya ia selamat (dari dosa). Barang siapa mengasingkan diri dari mereka, ia akan selamat atau hampir selamat. Barang siapa terperosok bersama mereka dalam keduniaan, ia termasuk bagian dari mereka,” (HR Thabrani). (*)
Redaksi Mitrapost.com






