Pati, Mitrapost.com – Pembangunan tambatan kapal yang belum selesai hingga kini, menjadi perhatian berbagai pihak, yang salah satunya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati.
Melalui Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetyo menilai belum difungsikannya tambat kapal tersebut, menjadikan kapal-kapal akan parkir di aliran Sungai Juwana.
Hal tersebut yang kemudian disinyalir menjadi penghambat aliran air Sungai Juwana, sehingga berdampak pada bencana banjir di sepanjang aliran sungai tersebut.
“Untuk persoalan tambat ikan ini memang juga masih menjadi atensi ya, tapi beberapa waktu lalu dari DPR RI dan juga Kemen PU sempat juga berkunjung kesana untuk melihat proses pembangunan,” ungkapnya saat diwawancarai oleh awak media.
Lebih lanjut, pihaknya mengaku sejauh ini hanya sebatas mengetahui bahwa terdapat program pembangunan tambat.
Yang mana mega proyek tersebut, direncanakan akan menjawab permasalahan parkir kapal di wilayah Kecamatan Juwana.
Sementara itu, saat dilakukan konfirmasi ke pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati mengatakan belum dapat memastikan tindak lanjut dari pembangunan tambat kapal tersebut.
Melalui Plt Kepala Dinas DKP, Teguh Widyatmoko menerangkan hingga saat ini pihaknya masih menunggu alokasi anggaran untuk melanjutkan proses pembangunan.
“Kalau tambat kapal, masih menunggu alokasikan anggaran itu,” singkatnya.
Sebagai informasi, bahwa mega proyek tersebut diproyeksikan akan menelan anggaran sebesar Rp70 Miliar. Dimana keseluruhan anggaran akan dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati. (Asy)


