Mitrapost.com – Salah satu perilaku tercela yang dibenci Allah SWT adalah namimah. Namimah diartikan sebagai kesenangan adu domba, yakni menyampaikan suatu yang tidak disenangi baik yang tidak senang itu orang yang diceritakan, maupun orang yang mendengar.
Adu domba juga erat kaitannya dengan mencela dan menyebarkan fitnah atau berita bohong. Hal ini bisa memicu pertengkaran antara dua orang, dua kelompok, atau lebih.
Dalam surat Al-Qalam ayat 10-11, Allah berfirman,
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِيْنٍۙ
هَمَّازٍ مَّشَّاۤءٍۢ بِنَمِيْمٍۙ
Wa lā tuṭi’ kulla ḥallāfim mahīn. Hammāzim masysyā`im binamīm
Artinya: “Janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah lagi berkepribadian hina, suka mencela, (berjalan) kian kemari menyebarkan fitnah (berita bohong).”
Selain itu, Allah juga berfirman dalam surat Al-Humazah ayat 1.
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ
Wailul likulli humazatil lumazah
Artinya: “Celakalah setiap pengumpat lagi pencela.”
Selain itu, Rasulullah SAW juga memperingatkan umatnya bahaya adu domba dalam sabdanya, “Tidak dapat masuk surga seorang yang suka mengadu domba,” (HR Bukhari dan Muslim).
Dilansir dari DetikHikmah, berikut beberapa dampak buruk adu domba.
Dampak buruk adu domba
Namimah atau adu domba menyebabkan kerusakan, ketidakharmonisan, keonaran dan pertengkaran antar sesama umat manusia. Sikap ini juga dapat menumbuhkan rasa benci, dendam dan permusuhan. Ini karena orang yang mengadu domba saling menjelek-jelekan pihak satu kepada pihak lainnya.
Namimah juga mengakibatkan terputusnya hubungan pertemanan, kekeluargaan dan kasih sayang. Perbuatan ini juga diganjar dosa dan azab bagi Allah SWT dan tidak akan masuk surga.
Bagaimana menghindari namimah?
Dilansir dari sumber yang sama, disarankan untuk diam atau undur diri jika mendengar suatu hal yang berpotensi menyakiti hati. Hindari orang-orang yang suka menyebar kebohongan untuk memfitnah orang lain.
Terbuka pada informasi. Anda perlu mengecek ulang setiap berita yang disampaikan dan jangan langsung menerimanya mentah-mentah. Selain itu, tingkatkan toleransi dan usahakan untuk memahami kondisi orang lain. Untuk menghindari namimah, usahakan untuk senantiasa berdoa kepada Allah untuk diberikan perlindungan. (*)
Redaksi Mitrapost.com