Mitrapost.com – Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diketahui dikunjungi oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui UNESCAP (United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).
Dalam hal ini, Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono mengungkapkan bahwa dalam implementasi SDGs menjadi perhatian penting dalam pembangunan Nusantara.
“Perhatian pertama kami (Otorita IKN) dalam membangun Nusantara adalah menjadikannya sebagai sustainable dan livable city (kota layak hidup dan berkelanjutan), pengimplementasian SDG sudah kita masukkan dalam setiap proyek di Nusantara,” kata Bambang, dalam keterangan tertulis, dikutip dari Detik News, pada Senin (18/12/2023).
“Terlihat dalam Persemaian Mentawir sebagai langkah awal reforestasi serta Pertanian Hidroponik dari Warga Sepaku yang menjadi aksi dukungan usaha ekonomi yang berkelanjutan,” imbuh dia.
Sementara itu, Executive Director UNESCAP Armida Alisjahbana menyebut pembangunan yang dilakukan oleh kementerian bersama otorita IKN tidak sesuai dengan prinsip pembangunan kota modern.
“Sustainability (keberlanjutan) merupakan poin utama yang saya lihat dalam kunjungan kali ini, dengan upaya Otorita IKN melakukan reforestasi serta memberikan upskilling (pemberdayaan) kepada warga sekitar dalam menunjang mata pencaharian yang berkelanjutan. Ini adalah langkah pertama yang bagus,” ujar Armida.
Hal senada juga diungkapkan oleh Staf Khusus Bidang Pembangunan Berkelanjutan Otorita IKN, Diani Sadiawati.
Ia menyebut otorita IKN sudah membangun banyak proyek yang berprinsip SDGs.
“Saat ini Otorita IKN sedang menyusun VLR didukung UNESCAP dan mitra/organisasi internasional lainnya untuk nantinya menjadi bentuk monitoring pelaksanaan SDGs di Nusantara secara berkelanjutan. Setidaknya, 9 dari 17 tujuan SDGs akan kami kembangkan dalam VLR mengingat ini adalah kota yang baru dibangun,” kata Diani.
Redaksi Mitrapost.com






