Pati, Mitrapost.com – Salah satu Kepala Desa (Kades) Karangawen Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati mencukupi kebutuhan warganya untuk mendapatkan air bersih dan layak konsumsi setiap harinya yakni dengan membangun sumur.
Pasalnya setiap tahun ketika terjadi musim kemarau, Desa Karangawen terdampak kekeringan, sehinga air bersih dan layak konsumsi sulit didapatkan.
Jika dilihat, kondisi warga di wilayah Desa Karangawen ketika mengalami kekeringan airnya terasa asin dan bahkan sumber air tidak keluar lagi.
“Sebelumnya itu pada tahun 2017 Desa Karangawen mendapat bantuan, bantuannya berupa sumur dan tandon yang dimana itu dari Kementerian ESDM. Tujuan dan harapannya sendiri ya agar warga kita bisa tetap menikmati sumber air dengan ia ya yang murah tentunya. Makannya, dulu itu ketika kekeringan air di sini sangat asin,” ucap Kades Karangawen, Sutiyono.
Lebih lanjut, selama dua tahun ini, ia terus menerus membangun sumur dengan membuat saluran air pipa menuju setiap rumah warga.
Selain itu juga ada beberapa warga yang mencaci maki bahkan menghina Kades Karangawen. Hal itu justru tak pernah dianggapnya dan dibiarkan. Ia terus bertekad untuk membangun suluran pipa itu demi memenuhi kebutuhan masyarakatnya.
Alhasil, di tahun 2019 usaha membangun saluran pipa itu membuahkan hasil dan keuntungan yang besar. Dimana hasil jerih payahnya menghasilkan uang sekitar Rp21 juta per tahun untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Saya mulai bangun ini ya sejak tahun 2017. Ya emang awalnya sangat rugi. Karena emang belum tahu cara pengelolaannya seperti apa. Sehingga tetap saya jalani dulu. Tapi, di tahun 2019 sudah bisa sangat untung. Ini mendapatkan Rp21 juta, per tahunnya ya ini,” terangnya.
Pihaknya menyalurkan air menggunakan pipa yang dibuat hingga besaran yang dikeluarkan dan dimanfaatkan sumber air milik BUMDes senilai 350 rumah. Dengan panjang 3 Km penyaluran air yang mengelilingi desa tersebut.
Perlu diketahui, warga Karangawen Tambakromo hanya membayar Rp1.500 per bulan untuk mendapatkan air bersih dan layak konsumsi dari saluran pipa itu.
Di sisi lain, tambah Sulistiyono, warga Desa Karangawen tidak perlu khawatir dan resah menghadapi ancaman kekeringan yang selalu menimpa setiap tahun sekali. Terlebih juga pembangunan sumur atau penyaluran air bisa bermanfaat bagi desa dan sumber penghasilan desa.
“Penyaluran pipa air ini panjangnya sekitar 3 Km ya, dan itu sudah sekitar 350 rumah. Bahkan ada yang nambah relative. Penjelasan itu pada rapat terakhir. Masa musim kemarau, di sini itu ada RT 5, 6, 7, 8 dan RT 9. Karena kalau kemarau selalu mengangsu (mencari sumber air itu),” pungkas dia. (*)





