Pati, Mitrapost.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati berfokus menekan korban meninggal dunia dalam menghadapi bencana yang akan terjadi tahun 2024 ini.
Melalui Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetyo mengatakan tidak ingin mengulangi kejadian pada tahun 2023.
Dimana saat bencana banjir bandang terjadi di Desa Sinomwidodo tahun lalu tersebut, terdapat satu warga yang meninggal dunia.
“Kalau kami BPBD itu yang kita upayakan adalah meminimalisir korban nyawa, karena 2023 kemarin kita punya pengalaman buruk. Ada 1 korban meninggal dunia akibat bencana saat banjir terjadi di wilayah Tambakromo,” ungkapnya saat ditemui di kantornya.
Martinus mengatakan beberapa upaya saat ini telah diupayakan guna meminimalisir dampak yang terjadi saat bencana banjir terjadi.
Salah satunya melalui kelompok forum-forum pengurangan resiko bencana yang diharapkan untuk selalu siap siaga. Utamanya saat musim penghujan kali ini.
Selain itu, pihaknya juga memberikan imbauan kepada masyarakat wilayah rawan bencana banjir. Meski curah hujan masih landai jika dibandingkan tahun sebelumnya, ia menginginkan masyarakat tidak mengurangi kewaspadaan terhadap bencana yang akan terjadi.
“Tapi tetap kita harus tetap waspada dan harus hati-hati tidak mengurangi tingkat kewaspadaan artinya. Kelompok-kelompok yang sudah kita latih, forum-forum pengurangan resiko bencana harus tetap siaga,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan penanganan lanjutan lebih ditekankan pada penyelamatan harta benda para korban.
Hal demikian dilakukan, sebagai upaya meminimalisir jumlah kerugian yang dialami para korban bencana.
“Kemudian setelah fokus di penyelamatan nyawa, selanjutnya maka kita upaya penyelamatan ternak, harta benda yang menyebabkan kerugian besar,” tegasnya. (Asy)






