Mitrapost.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jawa Tengah telah mengirim sebanyak 150 dosis vaksin rabies ke shelter anjing selundupan di Kota Semarang.
Kepala Disnakkeswan Jateng Agus Wariyanto mengatakan pihaknya juga telah menyalurkan sekitar 40 liter disinfektan untuk menjaga bio security di lingkungan tersebut.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya penyelundupan 226 ekor anjing dari Jawa Barat berhasil digagalkan.
Pemerintah pun mengantisipasi adanya potensi tersebarnya penyakit hewan ke manusia (zoonosis), seperti rabies. Hal itu karena wilayah anjing berasal belum terbebas dari rabies. Terlebih ratusan anjing yang diselundupkan tersebut tidak dapat dipastikan kesehatannya, karena ada dugaan surat keterangan kesehatan hewan yang dibawa palsu.
Disnakkeswan pun telah melakukan koordinasi dengan Ditreskrimsus Polda Jateng, Polrestabes Semarang, BBVET Wates di Yogyakarta, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jateng 1, Australia Indonesia Health Security Partnership, dan Dinas Peternakan Kabupaten/Kota.
“Ini komitmen kami, karena Jateng sudah bebas rabies sejak 1997. Juga perintah dari gubernur agar dijaga sekuat mungkin, supaya tidak mengganggu ketahanan wilayah,” ujarnya.
Selanjutnya, para anjing tersebut pun diawasi ketat kesehatan dan asupan makanannya. Begitu pula dengan petugas yang menangani hewan tersebut, diminta untuk tetap menjaga kesehatan.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Veterinar (BBVET) Wates drh Hendra Wibawa menyebut pemisahan anjing yang sehat dan sakit di shelter perlu dilakukan guna menghindari penularan penyakit.
“Untuk anjing yang sehat divaksinasi. Pun demikian dengan petugas,” jelasnya.
Sedangkan terkait pemalsuan dokumen hingga alur pemesanan anjing selundupan, Kanit Tipiter Polrestabes Semarang AKP Johan mengatakan akan terus menindaklanjuti hal itu. (*)
Redaksi Mitrapost.com






