Dimana Rasulullah SAW Melakukan Isra Miraj?

Mitrapost.com – Isra Miraj merupakan peristiwa penting bagi umat Islam. Pasalnya, Rasulullah SAW mendapatkan mukjizat untuk melakukan perjalanan penting hanya dalam satu malam. Peristiwa ini juga disebut sebagai penghiburan bagi Nabi setelah menghadapi kesedihan setelah paman dan istrinya, yakni Abu Thalib dan Khadijah wafat.

Peristiwa Isra Miraj ini juga tertuang dalam Al-Quran. Allah SWT berfirman dalam surah An Najm ayat 13-18 yang berbunyi;

وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى لَقَدْ رَاٰى مِنْ اٰيٰتِ رَبِّهِ الْكُبْرٰى

Artinya: “Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu ketika) di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Nabi Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha dilingkupi oleh sesuatu yang melingkupinya. Penglihatan (Nabi Muhammad) tidak menyimpang dan tidak melampaui (apa yang dilihatnya). Sungguh, dia benar-benar telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang sangat besar.”

Di Mana Tempat Isra Miraj Rasulullah SAW?

Dikutip dari DetikHikmah yang menukil penjelasan buku Sejarah & Keutamaan Masjid Al-Aqsha & Al-Quds oleh Mahdy Saied Rezk Kerisem, Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, yang merupakan kiblat pertama bagi umat Islam. Kemudian, dilanjutkan ke Sidratul Muntaha.

Peristiwa Isra Miraj dimulai ketika Rasulullah SAW selesai menunaikan salat Isya. Malaikat Jibril turun, kemudian membelah dada Rasulullah SAW untuk dicuci hatinya menggunakan air zamzam untuk membuang semua keburukan dan mengisi dengan keimanan.

Setelah itu, malaikat Jibril mengajak Rasulullah untuk naik ke seekor Buraq. Malaikat Jibril terlebih dahulu mengajak Rasulullah SAW untuk mengunjungi Masjidil Aqsa dan beberapa tempat lainnya, termasuk Madinah, Kota Madyan, Bukit Tur Sina, dan Baitul Lahmi (Betlehem).

Di tempat-tempat tersebut, Nabi melakukan salat dua rakaat, serta mengimani nabi-nabi lainnya. Kemudian Jibril memberi pilihan dua cangkir yang berisi susu dan arak dan Nabi Muhammad SAW memilih susu untuk keberkahan umatnya.

Hal ini juga diterangkan dalam surah Al Isra ayat 1 yang berbunyi;

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Sub-ḥānallażī asrā bi’abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahụ linuriyahụ min āyātinā, innahụ huwas-samī’ul-baṣīr

Artinya: “Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Kemudian, Jibril juga mengajak Nabi Muhammad SAW untuk naik ke setiap lapisan langit, dimana dipertemukan dengan nabi-nabi terdahulu. Di langit pertama, Rasulullah SAW berjumpa dengan Adam AS. Di langit kedua berjumpa dengan Isa dan Yahya AS. Di langit ketiga, beliau bertemu Yusuf AS. Di langit keempat, ada Idris AS. Di langit kelima, ada Harun AS. Di langit keenam, bertemu dengan Musa AS. Di langit ketujuh, beliau juga berjumpa dengan Ibrahim AS yang tengah bersandar ke Baitul Ma’mur.

Rasulullah SAW kemudian naik ke Sidratul Muntaha. Pada peristiwa tersebut juga Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW dan umatnya untuk melaksanakan salat wajib.

Rasulullah juga diperlihatkan beberapa hal yang belum pernah dilihat. Beberapa diantaranya adalah sungai-sungai di surga, yakni Sungai nil dan Sungai Eufrat. Serta, orang-orang yang diazab di neraka. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati