Pemkab Pati Bakal Gunakan Aplikasi Srikandi di Bulan April 

Pati, Mitrapost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati bakal menggunakan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) ke seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) sampai ke tingkat desa.

Aplikasi Srikandi pertama kali dilaunching oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada tahun 2020. Rencananya, aplikasi Srikandi digunakan untuk bidang kearsipan sekaligus mewujudkan kearsipan yang terpadu.

Neneng Ridayanti, Bidang Pembinaan Kearsipan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyampaikan bahwa pada bulan Januari 2024 Pemkab Pati mengajukan komitmen untuk menggunakan aplikasi Srikandi. Yang perlu diketahui, Aplikasi Srikandi nantinya dapat membantu Pemkab Pati dalam pengarsipan baik internal maupun eksternal.

“Jadi Januari itu baru meminta akun leaft, baru menyampaikan komitmen untuk menggunakannya,” ucapnya.

Pemkab Pati rencananya akan mulai menggunakan aplikasi ini di bulan April 2024. Hal ini merupakan angin segar untuk membenahi kearsipan di Kabupaten Pati dan nantinya bisa dimanfaatkan untuk mengurangi penggunaan kertas di pemerintahan.

Oleh karena itu, seluruh OPD harus menggunakan aplikasi Srikandi nantinya dalam korespondensi maupun melaksanakan kegiatan.

“Running akan digunakan (tadi sebagaimana disampaikan oleh Ibu Kabid ya) katanya mulai April akan running di seluruh perangkat daerah menggunakan aplikasi srikandi. Karena komitmen pimpinannya sudah diapresiasi dan akun leaft-nya sudah dimintakan ke Arsip Nasional,” ucapnya.

Lebih lanjut, Neneng menjelaskan bahwa terkait kendala di aplikasi Srikandi sudah dimanajemen sehingga nantinya apabila aplikasi Srikandi sudah running di seluruh Indonesia, sangat minim kendalanya.

“Untuk hal-hal seperti itu sudah dipikirkan ya mas ya, oleh (kami) di tingkat pusat ya. Karena di tingkat pusat sudah ada tim tersendiri yang mengurusi di aplikasi ini baik dari segi infrastruktur maupun hal-hal lain yang terkait untuk (bagaimana) memberikan solusi kalau ada kendala-kendala selama aplikasi tersebut running di seluruh Indonesia,” jelasnya.

“Jadi kalau daerah intinya tidak perlu memikirkan (tadi) server, tidak perlu memikirkan maintenance, hanya pelaksana. Semuanya sudah dipikirkan oleh tim di pusat, baik maintenancenya baik jaringannya termasuk tadi (kalau) ada error,” tutupnya. (iwp)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati