Mitrapost.com – Jumlah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) jenjang SMA/SMK tahun ini bertambah.
Ketua Tim PIP Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbud Ristek, Sofiana Nurjanah mengatakan bahwa tahun ini total ada 18,6 juta siswa yang akan menjadi sasaran.
“Tahun 2024, sasaran penerima PIP ditingkatkan menjadi 18,6 juta siswa,” jelasnya dilansir dari Kompas.
Masalah lain yang dihadapi yaitu penerima PIP Dikdasmen banyak yang tidak lanjut kuliah. Sehingga penerima KIP Kuliah mengalami penurunan setiap tahun.
“Persoalannya, masih banyak siswa penerima PIP yang belum lanjut ke perguruan tinggi, padahal, pemerintah sudah memprioritaskan penerima PIP Dikdasmen untuk lanjut ke perguruan tinggi,” jelasnya.
Dimana pada tahun 2023 lalu, hanya 8 persen siswa SMA dan 3 persen SMK yang lanjut ke perguruan tinggi dengan KIP Kuliah.
Jumlah itu menurun jika dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 20 persen lulusan SMA dan 8 persen lulusan SMK penerima KIP Kuliah.
“Tahun 2023 kemarin lebih turun lagi, yang sudah kami telusuri, baru 8 persen siswa lulusan SMA dan 3 persen lulusan SMK yang memperoleh KIP Kuliah,” jelasnya.
Sementara itu, penanggung jawab program KIP Kuliah Merdeka Puslapdik, Muni Ika mengatakan bahwa penerima KIP Kuliah diutamakan adalah siswa penerima PIP Dikdasmen.
Selain itu, juga siswa yang terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos dan Data Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Kemenko PMK.
“Kalau tidak memiliki KIP Dikdasmen, juga tidak terdata di DTKS atau PPKE, masih berpeluang memperoleh KIP Kuliah dengan kepemilikan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan Kepala Desa atau Kelurahan,” jelasnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com
