Mitrapost.com – Video beredar luas di media sosial menunjukkan petani Kalukku, Mamuju yang menangis histeris karena harga jagung yang anjlok.
Menanggapi hal itu, Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita buka suara. Pihaknya mengaku telah melakukan pengecekan di lapangan usai viralnya video tersebut.
Hasilnya, ia menyebut tak ada harga jagung yang anjlok sebagaimana yang dikeluhkan petani dalam video tersebut.
“Bulog sudah ke sana tetapi ternyata tidak ditemukan jagung dengan harga segitu. Begitu berita viral Bulog langsung mengecek ke sana tetapi ternyata tidak ditemukan jagung dengan harga segitu (anjlok),” jelasnya dilansir dari Kompas.
Pihaknya juga mengaku telah memastikan petani dalam video tersebut. Dimana saat dicek, petani tersebut hanya memiliki panen jagung 20 kilogram.
“Di video (banyak) hamparan jagung tapi pas dicek hanya 20 kilogram,” katanya.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyebut jika harga acuan pembelian (HAP) jagung telah beberapa kali dinaikkan dan kini di angka Rp 5.000 per kg.
Pihaknya pun meminta petani melapor jika harga jatuh agar bisa diserap dan tidak memviralkan video seperti itu.
“Karena memang selama 2 bulan ini jagung lagi panen-panennya sehingga ketika harga jatuh petani bisa segera melaporkan ke Bulog atau ke Bapanas agar bisa diserap. Jangan diviralkan,” ungkapnya.
“Kalau ada seperti itu langsung kasih tahu lokasinya agar dicek, bukan diviralkan tapi langsung kasih tahu lokasi dimana supaya bisa kita serap,” terangnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com
