Pati, Mitrapost.com – Salah satu peternak sapi dan kambing di Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo yakni Hyro Fachrus ketiban berkah dalam perayaan Iduladha 1445 H/2024 M. Dimana, ada ribuan hewan miliknya sudah dipesan orang untuk kurban.
Diakuinya, jika penjualan hewan kurban pada tahun 2024 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Karena bertepatan musim panen sehingga para dermawan yang berkurban tahun ini lebih meningkat. Peningkatan 20 persen. Tahun kemarin kita menjual 800 ekor (sapi dan kambing), tahun ini 100 ekor lebih sapi dan domba 1.000 ekor,” katanya Sabtu (15/6/2024).
Hyro menyebut, pemesan hewan kurban di perternakannya bukan hanya dari lokal Pati saja, melainkan dari bebagai daerah. Seperti dari Jakarta, Pekalongan, Jepara, Demak, Kudus, dan Grobogan.
“Untuk harga kita sistem penjualannya adalah per timbang hidup. Kalau sapi per kilogramnya Rp 58 ribu, kalau domba jantan Rp 75 ribu dan betina Rp 57 ribu per kilogramnya,” jelas pemilik peternakan Elfeed Cattle Sheep & Concentrat ini.
“Per ekor untuk domba rata-rata Rp 2,3 juta sampai Rp 2,5 juta. Itu sudah bisa untuk berkorban. Kalau sapi mulai dari Rp 20 juta sampai Rp 55 juta kami ada. Paling besar laku Rp 55 juta itu bobot 850 kilo dibeli warga Pati sendiri,” lanjut dia.
Hyro mengatakan, usaha peternakan ini sudah ia geluti selama sembilan tahun. Mulanya ia hanya mencoba memanfaatkan potensi yang ada di desa, seperti ketersediaan air untuk kebutuhan ternak hingga banyaknya bahan baku pakan ternak.
“Menekuni usaha ternak hampir sembilan tahun. Dulu awalnya kita coba-coba mengembangkan potensi yang ada di desa sehingga ternak inilah yang kita tekuni dan alhamdulillah ada hasilnya, jadi perlu kita kembangkan lagi. Kalau awalnya saya punya sapi mulai 15 ekor, alhamdulillah sekrang sudah 100 ekor,” tandasnya.
Hyro yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Prawoto mengatakan, untuk merawat hewan ternak tergolong mudah. Sebab bahan untuk pakan mudah didapatkan.
Ia mempekerjakan delapan orang untuk merawat sapi dan kambing di kandang miliknya yang berukuran 50 x 40 meter ini.
“Perawatan lebih mudah kalau ditekuni. Karena pakannya kan kita produksi sendiri sehingga kualitas dagingnya itu sesuai yang diharapkan jagal. Kita produksi daging super. Pakannya dibuat dari berbagai macam bahan, ada jagung, kedelai, dan ada ramuan termasuk vitamin dan mineral,” paparnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






