Bank Dunia Nilai Program Makan Siang Tak Selesaikan Stunting

Mitrapost.comBank Dunia atau Wolrd Bank menilai jika program makan siang gratis yang hendak dijalankan pemerintahan Prabowo, tidak efektif untuk mengatasi stunting.

Pihak World Bank telah melakukan kajian perihal hal tersebut. Sementera itu, pemerintah Indonesia masih bersikukuh akan menerapkan program makan siang gratis ini.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa program makan siang gratis ditujukan untuk pertumbuhan anak.

“Kan tujuan makanan bergizi itu untuk pertumbuhan dan yang lain [bukan stunting],” ujar Airlangga dilansir dari Bisnis.com.

Pihaknya juga mengharapkan dengan penerapan program makan siang gratis, maka bisa meningkatkan kualitas sistem pendidikan Indonesia berdasarkan standar Programme for International Student Assessment (PISA).

PISA sendiri adalah studi internasional yang menilai kualitas sistem pendidikan dengan mengukur hasil belajar terkait literasi membaca, matematika, dan sains.

Tes dilakukan pada murid berusia 15 tahun dari berbagai negara di dunia yang dipilih acak untuk mengikuti tes PISA.

Sebagai informasi, berdasarkan kajian dari World Bank pemberian makan di sekolah tidak berdampak pada penurunan angka stunting, karena bukan pemberian makanan untuk 1.000 hari pertama kehidupan.

Namun pemberian makan di sekolah bisa mengantisipasi anemia dan adanya variasi makanan. Agar pemberian gizi maksimal, mayoritas sekolah secara internasional memberikan suplemen zat gizi mikro, obat cacing, menerapkan kurikulum pendidikan kesehatan/gizi, dan intervensi kebijakan kesehatan sekolah. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati