Mitrapost.com – Pegawai kereta api di Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim) tega menganiaya istrinya yang tengah hamil hingga tewas.
Sekretaris RT, Hendra (38) mengungkapkan bahwa korban ditemukan tanpa busana oleh orang tua pelaku, yang mana berada di dapur dekat kamar mandi.
“Saya ke situ udah ketutup (selimut), pengakuan dari bapaknya (orang tua pelaku) sih ‘saya yang nutup’ katanya. Karena posisi maaf ya telanjang,” kata Hendra.
Ia menyebut orang tua pelaku dihubungi pada pukul 02.00 WIB. Adapun insiden terjadi pada Minggu (30/6).
“Jadi pengakuan (orang tua) pelaku nih ditanya polisi, ‘kenapa bisa ngebunuh?’, jam berapa?’ ‘Saya dihubungi jam 2 sudah meninggal,'” katanya
Pelaku adalah Andika Ahid Widianto (27), sedangkan korban adalah Rizky Nur Arifahmawati (26). Keduanya punya anak perempuan berusia 8 bulan dan tinggal bersama.
Pelaku dan korban diketahui tinggal bersama di lingkungan tersebut hampir dua pekan. Pelaku juga merupakan karyawan KAI Dipo Cipinang.
“Dia itu di sini baru dua mingguan, pendatang. Dari KTP-nya, si laki-laki ini dari Bekasi, Keranji, sama Bekasi juga si perempuan ini,” tukasnya.
“(Pelaku) Kerja, dari denger pas interogasi polisi, si laki-laki ini kerja di KAI, nggak tau bagian apa, Dipo Cipinang,” lanjutnya.
Ia menjelaskan pelaku disebut menghubungi orang tua dan kantor soal istrinya tewas.
“Nah warga itu baru tahu sekitar jam 4 sore tuh. Orang tuanya itu laporan ke Pak RT, dia lari ngos-ngosan ke rumah. Ditanya Pak RT, ‘bapak habis dari mana?’ Kata dia ‘saya mau laporan ke Pak RT, ‘anak saya baru bunuh mantu saya’. Jadi keluarga ada empat orang, dua motor. Jadi satu orang lapor, tiga jaga di sana. Warga datanglah itu, ramai,” jelas Hendra.
Setelah itu, polisi pun datang untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaku terkait dengan kasus pembunuhan itu.
“Si pelaku ini waktu diinterogasi polisi ngaku dan jelas. Di sana ada warga juga lihat proses interogasinya,” ujar dia.
“Waktu ditanya katanya dipukul pakai tangan. Terus ‘ada alat nggak?’ ‘Nggak nggak ada’, ‘dijedotin ke tembok nggak?’ ‘Nggak kok’ katanya. Dia bilang mukul, kepala kayaknya, lalu katanya keluar darah dari mulut. Belum tahu berapa kali mukulnya,” sambungnya.
Redaksi Mitrapost.com





