Pati, Mitrapost.com – Kekeringan di Pati meluas hingga 33 desa, menyebabkan warga kesulitan air bersih. Kekeringan di Kabupaten Pati terus meluas, seiring berlangsungnya puncak musim kemarau tahun ini.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati per Senin (26/8/2024), tercatat ada 33 desa yang mengalami krisis air bersih.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa dari jumlah desa yang mengalami krisis air bersih tersebar di enam Kecamatan.
“Enam Kecamatan ini tersebar di bagian pati Selatan yaitu kecamatan Tambakromo, Jakenan, Jaken, Sukolilo, Gabus, Winong, Pucakwangi,” ujarnya.
Dari enam Kecamatan tersebut, Kecamatan yang paling banyak terdampak kekeringan yakni kecamatan Winong kemudian disusul kecamatan Jaken.
“kecamatan winong ada 9 Desa yag mengalami kelangkaan air bersih, kemudian disusul kecamatan jaken 6 desa,” katanya, Senin (26/8/2024).
Martinus mengaku bahwa BPBD Kabupaten Pati sudah mendistribusikan air bersih dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat.
“Kita sudah melakukan pendistribusian air bersih tiap harinya mencapai ratusan tangki,” jelasnya.
Lebih lanjut, Martinus meminta masyarakat yang terdampak untuk tetap tenang dan sabar sambil menunggu bantuan air datang.
“Untuk bantuan air bersih Pemerintah daerah terus mengupayakan agar bantuan ini tetap berjalan baik dari pemerintah maupun swasta,” paparnya. (Emka)

Wartawan Mitrapost.com






