Mitrapost.com – Adab tak hanya dibutuhkan saat berperilaku di depan orang lain, namun juga kepada diri sendiri. Perilaku beradab kepada diri sendiri ditujukan agar kita senantiasa membersihkan hati dari pengaruh-pengaruh buruk.
Allah SWT berfirman dalam surat Asy Syams ayat 9-10,
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا
Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”
Dilansir dari DetikHikmah yang menukil buku ‘Panduan Muslim Sesuai Al-Qur’an dan As Sunnah’ oleh Abu Zakariya Sutrisno, berikut ini beberapa adab yang harus dilakukan kepada diri sendiri untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Taubat
Taubat didefinisikan sebagai permohonan ampunan atas dosa dan proses dalam meninggalkan dosa-dosa yang telah lalu. Dengan bertaubat, manusia akan mendapat keberuntungan yang datangnya dari Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam surat An Nur ayat 31,
وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Artinya: “… Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”
Muraqabah
Muraqabah artinya selalu merasa diawasi oleh Allah SWT. Sikap ini akan membuat umat muslim selalu berhati-hati dalam berbuat maupun berkata.
Allah SWT berfirman pada surat An Nisa ayat 125,
وَمَنْ اَحْسَنُ دِيْنًا مِّمَّنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَّاتَّبَعَ مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا
Artinya: “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun muhsin (mengerjakan kebaikan), dan mengikuti ajaran Nabi Ibrahim yang lurus.”
Muhasabah
Muhasabah diartikan sebagai proses mengevaluasi diri atas apa yang telah dilakukan. Ini juga sebagai pengingat karena manusia tidak luput dari dosa kepada Allah SWT maupun kesalahan kepada sesama manusia.
Allah SWT berfirman dalam surat Al Hasyr ayat 18,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Mujahadah
Mujahadah artinya bersungguh-sungguh. Selain itu, istilah ini juga merujuk pada memerangi hawa nafsu atau mujahadah an-nafs. Manusia harus bisa mengendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu tak terkendali diibaratkan sebagai musuh paling berbahaya bagi diri sendiri, maupun orang lain.
Allah SWT berfirman dalam surat Al Ankabut ayat 69,
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ
Artinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (*)
Redaksi Mitrapost.com




