Pati, Mitrapost.com – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dinkop UMKM) Kabupaten Pati menyebutkan punya puluhan pelaku usaha batik lokal yang tengah mentereng.
Kepala Dinkop UMKM Pati, Wahyu Setyowati mengatakan setidaknya ada 33 pelaku usaha batik di Pati dengan berbagai motif yang khas.
“Klaster batik itu ada sekitar 33 pelaku usaha batik di seluruh Kabupaten Pati yang saat ini eksis,” kata Wahyu.
Dilanjutkan Wahyu bahwa di Kabupaten Pati punya banyak potensi batik. Pihaknya menyebutkan salah satu batik di Pati, yakni batik khas Bakaran dan Tambakromo.
“Ada batik Bakaran, batik Tambakromo mungkin daerah-daerah Pati banyak potensi-potensi untuk batik,” tambahnya.
Diketahui, batik di Pati sudah banyak yang mulai bertransformasi atau berinovasi sesuai dengan lingkungan dan masyarakat sekitar, tak terkecuali batik yang ada di daerah Tambakromo. Inovasi tersebut bertujuan untuk mengikuti trend masa kini.
“Sedangkan batik lain itu sudah inovasi dengan lingkungan dengan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Kemudian, di Kabupaten Pati, semua jenis batik sudah ada peminatnya masing-masing. Disebutkan Wahyu, untuk salah satu batik yakni batik Bakaran banyak diperjual belikan di bandara penerbangan pesawat.
“Banyak ya peminatnya bisa di online bisa di semuanya sudah hampir ada menjual batik Bakaran seperti di Smesco, atau di bandara-bandara itu kan batik Bakaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, adanya perkembangan teknologi Handphone semakin pesat, Wahyu berharap batik di Kabupaten Pati dapat dipromosikan sehingga mampu menembus Internasional.
“Harapannya bisa lah nanti batik Bakaran dan batik lainnya di Kabupaten Pati, khususnya untuk bisa masuk di jajaran Pusat Batik di Nasional maupun Internasional,” tutupnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






