Mitrapost.com – Selain salat sesuai rukun dan syarat sah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang muslim agar ibadahnya tersebut diterima oleh Allah SWT. Adapun syarat sah salat adalah Islam, baligh, berakal, serta mengerjakannya setelah masuk waktu salat.
Sementara itu, syarat wajib salat harus bebas dari hadas besar maupun kecil, pakaian dan anggota tubuh telah suci dari najis, menutup aurat, menghadap kiblat, serta mengetahui perbedaan antara rukun dan sunah salat.
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menyempurnakan ibadah salat agar diterima oleh Allah SWT.
Bagaimana agar salat diterima Allah SWT?
Meski seorang umat mengerjakan salat dan rakaat yang sama, masing-masing memiliki nilai di mata Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua orang umatku yang mengerjakan salat, yang rukuk dan sujudnya sama, tetapi nilai sholat kedua orang itu jauhnya antara langit dan bumi.”
Sementara itu, berdasarkan buku ‘Inilah Jalan yang Lurus’ yang ditulis oleh Mohammad Mufid, terdapat hadits qudsi yang berbunyi,
“Sesungguhnya Aku (Allah SWT) hanya akan menerima salat dari orang yang dengan salatnya itu dia merendahkan diri di hadapan-Ku. Dia tidak sombong dengan makhluk-Ku yang lain. Dia tidak mengulangi maksiat kepada-Ku. Dia menyayangi orang miskin dan orang-orang yang menderita. Aku akan tutup sholat orang itu dengan kebesaran-Ku. Aku akan menyuruh malaikat untuk menjaganya. Dan kalau dia berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Perumpamaan dia dengan makhluk-Ku yang lain adalah seperti perumpamaan firdaus di Surga.”
Menurut Al-Ghazali, salah satu penyebab amalan salat tidak diterima adalah adanya sikap sombong dan meremehkan orang lain, sementara menganggap dirinya lebih hebat. Oleh sebab itu, hindari sifat tersebut dan berdoalah untuk meminta perlindungan Allah SWT.
Selain itu, sudah salat, namun tetap berbuat maksiat juga tanda bahwa ada yang salah dengan amalannya tersebut. Ini karena salat yang diterima oleh Allah SWT bisa mencegah seseorang dari keinginan berbuat kemungkaran dan kemaksiatan.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang salatnya tidak mencegah dari kejelekan dan kemungkaran, maka salatnya hanya akan menjauhkan dirinya dari Allah SWT.”
Ibadah salat tidak hanya tentang hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, namun juga terhadap sesama manusia. Agar salatnya diterima, seorang muslim harus peduli dan memberikan dampak positif bagi orang lain. (*)
Redaksi Mitrapost.com



